Rabu, 04 Oktober 2017

Drama Korea: Criminal Minds


Bosan dengan cerita percintaan antara dewa air dengan manusia biasa membuat saya beralih menonton drama korea dengan genre Thriller... 

Namun ternyata saya bosen juga nonton drama ini... hikks... (maunya apa sih)

Drama yang berjudul Criminal Minds terdiri dari 20 episode dengan bintang yang boleh dibilang cukup terkenal. Siapa coba yang gak kenal Lee Joon Gi. 

Lee Joon Gi
Di drama ini Lee Joon Gi berperan sebagai Kim Hyun joon seorang polisi yang kemudian di rekruit menjadi agen NCI (mungkin semacam FBI klo di Amerika). 

Lee Joon Gi sedang naik pamor, apalagi setelah main drama moon lover: scarlet heart ryeo bersama IU yang sudah pernah saya tulis resensinya disini.

Drama ini berkisah tentang kejahatan-kejahatan yang harus dipecahkan oleh team NCI ini. Diantaranya kasus-kasusnya antara lain pembunuhan berantai dan penculikan anak. 

Tapi nya ya, nih drama berkutat ya tentang penyelidikan-penyelidikan kejahatan aja... gak ada kisah lain, apalagi percintaannya... (eh ini yang saya tonton sampai episode 12 ya...) dan ini yang buat saya jemu... Hidup tokohnya tuh kaya di kantor NCI doang ama ditempat penyelidikan aja... haha... demen banget mereka kerja ya... hihi... 

So entahlah... mungkin nih drama gak akan saya tonton sampai tamat. Dan sampai episode 12 ini saya nilai 2,5 dari 5 bintang.

Saya emang suka  film-film thriller sih... tapi gak ya yang berkutat dipenyelidikan aja lah... ada kek cerita keluarganya dan percintaannya... ya jadi begitu deh...

Maaf ya mas Lee Joon Gi, dramamu yang ini saya tidak begitu suka... ^-^

Jumat, 29 September 2017

Resensi Buku: The Girl on Paper by Guillaumme Musso

Well, mungkin untuk ukuran novel yang saya kasih bintang 4, termasuk cukup lama saya membacanya... 3 minggu... 

Karena entah mengapa saya membacanya agak kurang terkoneksi secara batin... biasa aja... saya gak terlalu masuk ke cerita tersebut dan relate terhadap emosi-emosi tokoh di dalamnya. 

Bercerita tentang Tom Boyd yang merupakan penulis terkenal, namun sedang berada pada titik nadir terendahnya. Ditinggalkan kekasihnya yang seorang pianis cantik, Tom terkubur dalam penderitaan. Merasa kesepian, putus asa dan tanpa harapan. Terjebak diantara obat penenang dan kekacauan-kekacauan yang dibuatnya karena rasa frustasi putus cinta.

Dia pun mengalami kebuntuan dalam menulis hingga sulit untuk menulis kembali buku ketiga dari trilogi yang dijanjikan kepada penerbit. Dua bukunya memang telah meledak di pasaran hingga telah memberi inspirasi untuk begitu banyak orang.

Ditengah-tengah keputusasaannya ia menenggak begitu banyak obat penenang, namun terbangun di malam hari saat badai datang, menuruni tangga rumahnya dan melihat seorang wanita tanpa busana berdiri dalam gelap rumahnya.

Wanita itu mengaku bernama Billy salah satu tokoh dalam buku karangan Tom, dan dia terjatuh dari buku akibat salah cetak hingga berhenti di halaman 266 yang berbunyi:


"Kumohon, Jack, jangan pergi seperti ini." Namun, pemuda itu sudah mengenakan mantelnya. Dia membuka pintu, tanpa sekali pun menatap kekasihnya. "Kumohon!" seru gadis itu, jatuh"

Wanita itu membuat perjanjian dengan Tom, untuk dapat dikembalikan ke dunia imajiner tulisan dengan menulis novel ketiga dan sebagai imbalan akan membuat Aurora-mantan kekasih Tom kembali padanya. 

Kesepakatan yang kemudian membuat perjalanan novel ini sangat panjang.... hingga 448 halaman.

Review:

Menurut saya bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat baik, ringan dan meski menurut saya alurnya lambat, tidak membuat jemu meski tak juga membuat saya ingin buru-buru menghabiskannya.

Sudut pandang yang tidak fokus menurut saya menjadi penyebab saya tidak terlalu relate terhadap emosi si tokoh utama (Tom Boyd- dimana dibuku ini disebut "aku") namun juga menceritakan kisah Milo dan Carole, serta sepenggal kisah-kisah lain yang memegang buku salah cetak Tom. 

Lalu kenapa saya menyukai buku ini??? 

Justru saya suka dan mulai terenyuh di akhir-akhir novel. Akhir yang cukup masuk akal setelah semua ide yang mengejutkan di awal novel. Akhir yang manis meski bukan yang roman picisan sekali.

Oh iya ada yang mengganjal bagi saya dalam cerita ini... Ketika disebutkan bahwa Tom telah bangkrut, bagaimana dia bisa membiayai pengobatan Billy ya... *well ini sangat mengganggu sekali... haha...  

Jadi menurut saya, buku ini selain cover nya menarik, ceritanya cukup bagus dan bagian favorit saya adalah ending dari buku ini... 

Selasa, 19 September 2017

Drama Korea: Bride of the Water God



Nonton drama ini rasa-rasanya gak terlalu greget bagi saya. Berkisah tentang percintaan antara Dewa Air dengan seorang manusia biasa yang berprofesi sebagai Psikiater (gak laku an hampir bangkrut). 

Ha Baek atau si dewa air ini terpaksa harus turun ke bumi untuk mengumpulkan batu dewa yang menjadi persyaratan dia untuk menjadi raja dewa. Selama di bumi inilah dia bertemu Yon So-A, seorang psikiater yang hidup sebatang kara dan sedang kesulitan keuangan. Bahkan klinik prakteknya terancam ditutup karena tidak bisa membayar sewa tempatnya.

Yon So-A didaulat untuk menjadi hamba si dewa air ini, yakni dengan menyiapkan tempat tinggal dan makanan. Mula-mula Yon So A menolak dengan gigih, dan menganggap si dewa air tersebut hanyalah manusia dengan gangguan kejiwaan. 

Namun kesialan-kesialan, dan sebuah kejadian dimana Ha Baek menyelamatkan nyawa Yon So A membuat Yon so a percaya bahwa Ha Baek merupak dewa air, dan mau untuk menjadi pelayan dewa air...

Pada dasarnya, saya memang gak suka cerita-cerita science fiction begini. Namun entah mengapa tertarik menonton. Tapi pada dasarnya saya lebih suka yang berbau misteri, sampai episode ke-10 saya sudah bosennya minta ampun.

Pemeran Ha baek menurut saya biasa aja. Selain ekspresinya yang datar (mungkin dituntut kaya gitu sih, secara seorang dewa bermartabat gitu lho), saya gak menemukan sisi charmingnya... haha... 
Nam Joo-Hyuk sebagai Ha Baek
Pemeran Yon So A adalah shin se-kyung yang menurut saya mirip sama nikita willy...

shin se-kyung yang mirip nikita willy..
Disini juga menurut saya Shin Se-Kyu juga emosinya biasa banget. Bahkan karakternya gak bikin saya simpati. Memang dia berusaha kuat meski hidup sebatang kara. 

Yah, pokoknya nonton drama ini saya gak ada feel aja... cuma nonton dan gak terhanyut. Saat nulis ini saya udah di episode 11, tapi rada-rada males ngelanjutin....