Senin, 08 Januari 2018

Resensi Buku: Kucing Di Tengah Burung Dara By Agatha Christie

Judul: Kucing Di Tengah Burung Dara
Pengarang: Agatha Christie
Halaman: 384
Genre: Misteri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Novel karangan Agatha Christie kali ini mempunyai cerita yang cukup kuat.

Pangkal cerita bermula di suatu negara bernama Ramat yang dipimpin oleh Ali yusuf. Ali Yusuf sudah tahu akan terjadi revolusi di negaranya cepat atau lambat karena ketidakpuasan terhadap pemerintahannya, oleh karena itu ia menghubungi sahabatnya Bob Rawlingson yang merupakan pilot pribadinya untuk bersiap melarikan diri. Namun, Ali Yusuf sadar bahwa melarikan diri dari Ramat bukan perkara mudah dan mungkin saja akan gagal. Oleh karena itu, Ali Yusuf menitipkan harta berharga  kepada Bob berupa permata-permata untuk bisa dilarikan ke luar negeri yang selanjutnya dapat digunakan sanak keluarganya disaat-saat genting.  

Bob mencari akal untuk melarikan batu-batu berharga tersebut, dan terpikir olehnya untuk menitipkan kepada kakaknya- Mrs Sutcliffe yang sedang berkunjung ke Ramat bersama anaknya- Jennifer. 

Dan seperti diduga, Ali Yusuf dan Bob meninggal di pesawat yang akan membawanya keluar Ramat. Pesawatnya ditemukan meledak.

Kemudian setting berganti ke sebuah sekolah wanita bergengsi bernama meadowbank.

Hari pertama semester baru dimulai, murid-murid baru mulai datang ke Meadowbank, diantara murid-murid tersebut adalah Putri Syasya yang merupakan keponakan Ali Yusuf dan Jennifer yang merupakan keponakan Bob.

Terdapat dugaan permata-permata warisan Ali Yusuf berada di Meadowbank dan membuat terjadinya 3 pembunuhan dan satu penculikan. 

Bermula dengan terbunuhnya guru olahraga di pavilliun olahraga dengan tertembak, kemudian terbunuhnya guru yang digadang-gadang menjadi kepala sekolah Mrs Vensittart dan kemudian guru bahasa perancis, dan juga penculikan Putri Syasya.

Keadaan kian mencekam dan salah satu murid bernama Julia Upjohn mencium gelagat yang tidak beres dan dengan cemerlang menghubungi Hercules Poirot untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi di Meadowbank. 

Menurut saya novel Agatha Christie ini cukup runut dan mudah untuk diikuti. Meski banyak tokoh-tokohnya, gak membuat bingung. 

Misterinya juga cukup mencekam dan bikin penasaran. Saya gak akan sadar kalau itu kasus Poirot kalau gak disebutkan di ringkasan cerita, karena Poirot munculnya dibelakang banget... kaya cuma sebagai figuran yang menyelesaikan masalah aja... haha... 

Overall novel ini worthed untuk dibaca dan saya kasih nilai 3,5 dari 5 bintang.... Dua jempol untuk rasa penasaran yang ditimbulkan...

Minggu, 07 Januari 2018

Review Drama Korea: Go Back Couple- Kisah Pasang Surut Kehidupan Pernikahan


Akhir tahun 2017 saya tutup dengan menonton drama Go Back Couple. 
Liat Covernya sih enggak banget ya... tapi banyak yang bilang bagus... dan memang tontonan yang lumayan bagus dengan banyak pesan-pesan pernikahan yang patut dipuji...

Seperti kita ketahui (bahasanya gak banget ya... 😅), kita dicekoki dengan cerita cinderella yang ending cerita menikah dengan pangeran tampan dan bahagia selamanya... ya kan.... 

Nah drama ini menggambarkan bahwa dunia pernikahan itu tak seindah cerita cinderella..

Ma Jin Joo (diperankan Jang Nara) dan Choi Ban Do (diperankan Son Ho Jun) bertemu di umur 20 tahun (saat mereka baru masuk kuliah)... bermula dari kencan buta anak kuliahan, mereka pun saling jatuh cinta dan menikah 4 tahun kemudian... dan di usia pernikahan ke 14 tahun, mahligai pernikahan mereka terguncang... Ma Jin joo yang ditampilkan sebagai ibu rumah tangga, jungkir balik mengasuh anaknya... dan Choi Ban Do sibuk mencari uang hingga rela disuruh melindungi selingkuhan koleganya..

Dan disaat kelelahan keduanya dalam peran masing-masing, mereka saling emosi dan bercerai...

Jang Nara sebagai Ma Jin joo
Son Ho Jun sebagai Choi Ban Do
Setelah perceraian yang menyakitkan... mereka membuang cincin pernikahan mereka... namun keajaiban terjadi, mereka bangun di saat usia mereka masih 20 tahun... dan bertekad merubah nasib mereka untuk tidak saling jatuh cinta dan menikah...

Ma Jin Joo dan Choi Ban Do berusaha untuk saling mengabaikkan... namun namanya jiwa mereka udah sama-sama selama 18 tahun, ya tentu gak bisa langsung cuek-cuekan... dan kesempatan mengulang waktu itu justru membuat mereka mengingat kenangan-kenangan indah saat mereka jatuh cinta dan berbahagia bersama...

Banyak hal yang bikin saya terharu nonton ini, diantaranya ketika Ma Jin Joo ketemu lagi sama ibunya yang sudah meninggal (dipeluk-pelukin ibunya, sampe maunya tidur bareng ibunya)... dan saat choi ban do mijet punggung ma jin joo pas lagi PMS... so sweet banget... dan lagi kerelaan ibunya saat tau bahwa tiap malem ma jin joo nangis karena kangen anaknya, ibunya bilang "Kamu bisa hidup tanpa orangtua, tapi kamu gak bisa hidup tanpa anakmu..." sediiih...

Drama ini mengingatkan tentang arti keluarga dan bahwa pernikahan memang gak seindah cerita cinderella tapi pantas untuk diperjuangkan... 

Ya begitulah, overall drama ini cukup menghibur... drama ini  saya kasih nilai 3,5 dari 5 bintang... soalnya ada yang bikin boring banget, yaitu kisah temen-temennya yang aneh banget... sering saya skip-skip bagian ini... 




Kamis, 28 Desember 2017

Review Film: Jumanji: Welcome to the Jungle


Ketika suami saya ngajak nonton Jumanji, saya lumayan exciting... teringat lah bagaimana jumaji yang rilis tahun 1995 (tapi kayanya saya nontonnya gak tahun segituan lah... itu masih terlalu kecil... haha pencitraan) seru banget dan masih teringat-ingat sampe sekarang... Pokoknya 2 hal yang akan kita inget terus ya klo gak filmnya bagus banget, ya jelek banget kan... hehe...

Dan di long weekend natal dimana mall penuh banget, kita nonton film ini yang mana ke mall jam 2 siang baru dapet tiket jam setengah 8 malem... (dah gitu 2 studio nayangin Ayat-ayat cinta 2- dimana saya gak tertarik sama sekali karena traillernya terngiang-ngiang, "Nikahi aku Fahri..." Pliz deeeeh gak banget siiih....)

Jadi ceritanya tentang apa... tentang 4 anak SMA (apa kuliah ya...) 2 cowo dan 2 cewe yang bermasalah dan dihukum dimasukkan dalam suatu ruangan untuk nyetreplesin majalah... Trus tau-tau di ruangan itu (semacam gudang) ada playstation yang pas dicolokin ternyata masih berfungsi... permainan itu adalah jumaji.

Karena iseng mainlah mereka... pertama mereka harus milih tokoh-tokohnya... dan ketika mereka pilih tiba-tiba mereka tersedot ke dalam permainan itu... 

Alex wollf sebagai Spencer
Masuk ke permainan jumaji menjadi:

Dwayne Johnson sebagai dr smolder bravestone
SerDarius sebagai Blain
Masuk ke Jumanji menjadi
Kevin Hart sebagai Moose Finbar
Madison Iseman sebagai Bethany
masuk ke Jumanji menjadi
Jack Black sebagai Proff Shelly Oberon
Morgan turner sebagai Martha
Masuk ke Jumanji menjadi
Keren Gillan sebagai Ruby Roundhouse
Mereka masuk dalam permainan yang berlatar di hutan belantara dengan hewan-hewan liar. Diberikan nyawa sebanyak 3, mereka harus dapat menyelesaikan misi yang diberikan, yaitu mengembalikan permata yang udah di ambil musuhnya ke tempat semula yaitu di atas gunung... (inti ceritanya begitu lah ya)...

Lembaga sensor Indonesia mengklarifikasikan film ini untuk 13 tahun ke atas... dan sensor untuk ciuman-ciuman memang ketat... tapi ada yang mengganjal hati... seperti ada sisipan kampanye LGBT.... haha...

Saking dicekokinya dengan kampanye LGBT yang lagi marak... nonton film ini serasa ada misi bahwa LGBT itu gak ada yanng salah... terkadang ada yang seperti bethany yang terperangkap dalam tubuh laki2 namun naluri perempuannya masih hidup... haduuuh pliz deh... hal-hal kaya gini yang menurut saya mengganggu banget...

Setelah pikiran saya kesitu... film ini jadi mengecewakan.... dan agak menakutkan kalau ditonton anak-anak ABG tanpa bimbingan orangtua...

Yah begitulah... jadi agak kecewa dengan film jumanji ini... jadi menurut saya jauuuh banget dari cerita jumanji yang pertama yang lebih epik dan lebih pure untuk anak-anak...

Nilai saya untuk film ini 2,5 dari 5 bintang lah...