Minggu, 10 Desember 2017

Review Drama Korea: Witch at Court - Mengulik Kasus-Kasus Hukum Kekerasan pada Perempuan dan Anak


Satu lagi drama korea bertema hukum dan tokoh utamanya berprofesi jaksa berjudul Witch at Court. Sebelumnya sudah banyak banget yang temanya hukum-hukum gitu, seperti While you were sleeping, Remember war of the son, suspicious Partner, Defendant, dan masih banyak lagi yang saya lupa dan saya belom tonton.

Sebenernya rada bosen dengan tema begituan sih... apalagi saya baru aja nonton yang while you were sleeping... dan lagi cover untuk drakor Witch at Court ini gak menarik... haha... tapi saya bingung ketika cek-cek reting drakor, lho drama ini diperingkat atas terus... Saya pun penasaran... dan ternyata emang seruuuu... nontonnya gak bisa berenti.

Berkisah tentang jaksa bernama Ma Yi Deum yang diperankan oleh Jung Rye Won yang kehilangan ibunya 20 tahun lalu... iya ibunya benar-benar hilang... gak tau dimana, jenazahnya pun gak ketemu... Ma Yi Deum pun berkomitmen untuk terus mencari ibunya, makanya dia nafsu banget jadi jaksa terkenal, tiap ada konfrensi pers, dia banci tampil banget... dan ternyata alasannya karena kalau ibunya sengaja meninggalkan dia, bisa liat bahwa dia udah jadi orang hebat... sediiih deh...

Jung Rye Won sebagai MaYi Deum
Karaktek Ma Yi Deum disini unik... sombong, gak mau ikut campur urusan orang apalagi yang merugikan diri dia, pasti dihindari.... tapi ternyata meski dia menganggap gak peduli, tetep dia gak tega untuk membela yang jahat... pokoknya dia jaksa sakti banget, jago manipulasi untuk kemenangan dia... Karakternya nyebelin tapi sekaligus bikin jatuh cinta... haha... Independent nya dan ketangguhannya patut di contoh... 

Tapi karena suatu insiden pelecehan seksual dikantornya yang melibatkan wartawati, Ma Yi Deum harus dimutasi ke unit perlindungan wanita yang dihindari oleh semua jaksa karena bisa mematikan karirnya...

Tapi di unit itulah dia bisa mengulik kasus ibunya yang menghilang 20 tahun lalu...

Di Unit Perlindungan Wanita dia bertemu rekan kerja yang ganteng... haha... mantan dokter psikiater yang kemudian berubah haluan menjadi jaksa karena ingin membela korban-korban pelecehan seksual. Rekan kerja ganteng itu bernama Yeo Jin Wook yang diperankan oleh Yoon Hyun Min.

Yoon Hyun Min sebagai Yeo Jin Wook
Btw dia mirip kan ya sama Lee Joon Gi?

Lee Joon Gi

Mirip gak sih??? Sekilas doang kayanya... hehe...

Nah Ma Yi Deum dan Yeo Jin Wook ini bersama-sama berusaha mengungkap kasus-kasus pelecehan seksual pada wanita dan anak-anak... banyak kasus-kasus pemerkosaan dan pelecehan yang terpecahkan... dan selanjutnya Ma Yi Deum mengetahui bahwa menghilangnya ibunya 20 tahun lalu juga karena ibunya korban pelecehan seksual yang mempunyai bukti untuk menjerat tersangka.

Antagonis disini diperankan oleh Jeon kwang leol sebagai Joo Gab Soo yang jahatnya Naudzhubillah deh... bikiin gemes pengen jambak-jambak dia...

Jeon Kwang Leol Sebagai Joo Gab Soo
Jo Gab Soo mantan kepala polisi yang korup dan suka nyuap yang koneksi dengan orang-orang pentingnya banyak banget. Menghalalkan segala cara untuk mendapat kekuasaan, dan bahkan rela mengorbankan orang-orang setianya... parah deh nih orang... 

Drama ini bener-bener bikin gak bisa berenti. Kasusnya cukup kuat dengan dibungkus hubungan kekeluargaan yang menyentuh hati... tapi sayangnya nih... romantismenya kurang banget... ada siih tapi kedikitan... haha.... cerita romantisnya Ma Yi Deum sama yeo ji wook kurang digarap... jadi saya rada kecewa... haha

Overall seru sih nih drama... sampe episode terakhir pun masih gemes-gemes banget sama si penjahatnya... patut lah buat ditonton... saya kasih bintang 4 dari 5 untuk drakor ini...

Senin, 27 November 2017

Resensi Novel: When He Was Wicked - Cinta Terpendam sang Earl (Seri Bridgertons Family #6)


Judul Buku: When He Was Wicked
Pengarang: Julia Quinn
Halaman: 440
Penerbit: Kompas Gramedia


Oke, saya memang sedang kangen dengan bacaan-bacaan ringan yang penuh roman picisan karya Julia Quinn... Atau lebih tepatnya saya kangen dengan keluarga Bridgerton (terutama yang cowo2 nya lah.... haha)

Iseng bacalah saya cerita si Francesca anak ke-6 Keluarga Bridgerton ini.. awalnya sih gak tertarik ya... soalnya di Goodreads juga reviewnya gak bagus...

Dan memang saya kurang suka... meski baca buku ini cuma 1 hari (karena di skip-skip), tapi buku ini gak menarik... 

Sebenarnya yang saya harapkan dari suatu novel yang saya baca or film yang saya tonton hanya satu saja, karakter yang bisa buat saya jatuh cinta... Karakter yang tentu saja buat saya terinspirasi, seperti misal ketangguhannya, semangatnya, or apalah yang lain...

Daaaan.... saya tidak menemukan karakter yang bikin saya jatuh cinta di novel ini. 

Francesca digambarkan menyedihkan, dia ditinggal meninggal oleh suaminya-John di usia pernikahan ke-2. Bahkan beberapa bulan kemudian keguguran (perfect tragedy)... berkubang diantara kesedihan dan kegalauan sampai dengan 4 tahuuun... dan baru tersadar bahwa sesungguhnya ia ingin punya anak... dia gak berharap ketemu lagi dengan laki-laki yang bisa ia cintai, tapi dia cuma mau punya anak!!!

Disisi lain, Michael, sepupu John memang sudah memendam rasa sama si Francesca, bahkan sejak francesca menikah sama John. Namun Michael sadar itu tidak benar. Makanya dia menutupi kesedihan cinta gak kesampaian dengan pribadi playboy...

So dah dapat ditebaklah ya... pokoknya adalah romantisme-romantisme antara Francesca dan Michael hingga akhirnya mereka jatuh cinta beneran... (pokoknya begitu deh...*males juga menguraikannya haha)..

Nah, saya pikir nih buku kayanya sedih amat ya... gak ada ceria-cerianya... kehidupan Francesca kayanya tuh sepi dan sendiri banget, ditambah orangnya melow gitu... so bagi saya (yang emang udah melow... Haha) gak bisa jadi panutan... 

Ada sih adegan dalam buku yang bikin saya terharu, yakni pembicaraan Francesca sama ibunya yang nanya kenapa ibunya gak pernah menikah lagi. Dan ibunya bilang cuma francesca yang nanya hal itu, anak-anaknya yang lain gak pernah nanya... dan ibunya jawab waktu itu gak ketemu orang yang tepat lagi atau juga gak benar-benar mencari, apalagi kondisinya dulu beda sama francesca, kalo ibunya kan janda dengan 8 anak... lah francesca kan belom punya anak... 

Sementara karakter Michale gak ada spesial-spesialnya... malah gak jelas deh karakternya selain yang digembar-gemborkan ganteng dan perayu ulung... beda sama cowo bridgerton lainnya kaya Antony yang angkuh or collin yang sok playboy tapi nyatanya gak pedean... 

So, rada kecewa ya dengan buku yang ini... saya cuma bisa kasih bintang 2 dari 5 untuk karya julia quinn yang ini...

Minggu, 26 November 2017

Resensi Novel: Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya by Agatha Christie

Judul Buku: Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya
Pengarang: Agatha Christie
Halaman: 280
Penerbit: Kompas Gramedia


Rindu dengan cerita-cerita detektif (dan mabok dengan drama korea-karena kebanyakan yang ditonton 😃), saya kembali memilih novel agatha christie sebagai pengisi waktu luang...

Namun bagi saya novel ini agak membosankan. Tokohnya yang banyak bikin saya pening buat mengingat-ingat (apa karena faktor usia kah hehe).

Bercerita tentang tewasnya seorang dokter gigi yang kebetulan (ya gak kebetulan lah ya... 😃) dokter giginya Poirot. Dan kebetulannya juga sebelum tewas di siang hari, pada waktu pagi memeriksa Poirot. Jadi Poirot tahu siapa-siapa aja yang hari itu ada di klinik gigi tersebut yang bisa jadi merupakan tersangka pembunuhan.

Polisi awalnya menyimpulkan bahwa si dokter gigi bunuh diri setelah salah menyuntikkan dosis obat bius ke salah satu pasiennya...

Tersangkanya antara lain ada  seorang bankir, rekan seprofesinya yang dokter gigi juga, seorang yunani, seorang pemuda amerika, dan seorang bekas aktris dengan sepatu bergesper yang lepas...

Tapi tentu saja Poirot merasa kesimpulan itu sangat janggal... Poirot menyelidiki dan tentu saja misteri itu terpecahkan...

Bagi saya cerita novel ini membosankan selain karena tokohnya yang banyak, alurnya pun lambat... bagi saya hampir tidak ada kejutan atas misteri ini... 

Oh ya satu lagi yang bikin kurang greget, teman Poirot-Hasting, gak ada... jadi agak-agak gimana gitu... hehe... soalnya yang menghidupkan suasana biasanya Hasting. Poirot juga bisa tambah angkuh kalo di depan hasting... jadi ya kurang hidup aja ceritanya...

Saya cuma bisa kasih bintang 2 dari 5 untuk novel ini...