Minggu, 18 Februari 2018

Resensi Buku: Cantik itu Luka By Eka Kurniawan


Judul: Cantik itu luka
Pengarang: Eka Kurniawan
Halaman: 537
Penerbit: Gramedia

Novel ini membuat saya tertarik karena sebagai novel yang dikarang penulis Indonesia, sangat "keren" karena sudah diterjemahkan dalam 24 bahasa, dan sangat "keren" karena memenangkan World Readers Award. Tambahan pula, Eka Kurniawan dianggap penerus Pramoedya Ananta Toer yang novelnya fenomenal. Saya jatuh cinta sekali dengan novel "Bumi Manusia" dan"Anak Semua Bangsa" nya Om Pram.

Dengan segala sebutan-sebutan itu, tentu tak heran kalau saya berharap banyak baca Novel Om Eka ini akan memberi pencerahan model karangannya om Pram... but.... I'm Speechless... 😭 

Bercerita tentang kisah Dewi Ayu seorang pelacur jaman kolonial yang memiliki 3 anak cantik dan 1 anak yang buruk rupa. Inti besar bercerita seperti itu... Nah di awal novel diceritakan dewi ayu bangkit dari kubur setelah 21 tahun kematiannya... sangat mengagumkan sekali ide ceritanya... tentu dengan awal yang sudah mendombrak akal sehat, kita makin diajak membaca.... 

Tapi ceritanya gak se-wah ide awalnya... bahkan saya merasa sangat kecewa... kenapa? karena jauh dari ekspektasi saya... 

Bagi saya, kalau novel om eka ini dianggap sebagai novel sastra... hei ini terlalu vulgar... bahkan novel sastra yang harusnya memiliki kalimat-kalimat santun, gak tercermin di novel ini...

Penggambaran sex yang sangat kasar bagi saya serupa dengan novel stensilan murahan yang dibaca anak-anak ABG... *sampe garuk-garuk kepala saya bacanya...

Novel ini juga menceritakan satu tokoh dengan sedetail-detailnya hingga membuat jemu... bahkan terkadang saya mikir, nih tokoh apa hubungannya sih dengan Dewi Ayu sampe bisa lebih dari sepuluh lembar hanya untuk menjelaskan satu tokoh itu!!!! ya jelaslah novelnya bisa tebel sampe 500 halaman... dan  saya skip-skip 10 halaman pun masih ngerti bagaimana ceritanya...

Ya, gak semuanya mengecewakan sih.... latar di masa kolonial memang membuka mata kita kejamnya masa penjajahan... Perjuangan Dewi Ayu meski seorang pelacur tetap memiliki nilai-nilai moral yang perlu dicontoh... 

Begitulah... novel ini hanya bisa saya kasih nilai 2 dari 5 bintang... ya karena bukan selera saya saja... bagi yang lain bisa saja sangat menarik, tapi bagi saya tidak... 

Tapi bangga sih ada novel Indonesia yang diterjemahkan sampai 24 bahasa dan dapat award juga...


Rabu, 07 Februari 2018

Resensi Novel: The Storied Life of A.J Fikry - Kisah Hidup A.J Fikry by Gabrielle Zevin


Judul: The Storied Life of A.J. Fikry - Kisah Hidup A.J. Fikry
Pengarang: Gabrielle Zevin
Halaman: 280 
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Berkisah tentang A.J Fikry seorang pemilik toko buku di sebuah pulau bernama Alice. 

Fikry merupakan pria sinis berusia hampir 40 tahun yang baru saja ditinggal mati istrinya. Dia menjadi sangat depresi apalagi penjualan toko bukunya buruk setelah kematian istrinya.

Fikry jadi laki-laki pemabuk yang kesepian. Namun pada suatu malam, ada seorang anak kecil yang ditinggal di toko bukunya. Kehidupan pun menjadi sangat berbeda bagi Fikry...

Ya buku ini seperti sebuah biografi perjalanan hidup fikry... menurut saya ceritanya sangat datar... tapi karena dikemas dengan bahasa yang ringan, gak terasa novelnya sudah saya habiskan...

Khas cerita perjalanan hidup, konfliknya ya biasa-biasa aja.... cuma kaya kehidupan sehari-hari... bukan yang ekstrim-ekstrim banget... malah menurut saya emosi dalam buku ini agak kurang digarap... jadi gak sampai terkoneksi secara batin dengan saya... haha atau memang hati saya yang sudah bebal barang kali.. 😓

Buku ini mungkin bagi seorang pecinta buku bagus banget kali ya... soalnya ada kutipan-kutipan buku klasik... dan itu gak ada yang saya tahu sama sekali... huhu... cuma saya penasaran dengan satu buku yang judulnya "the late bloomer" tentang seseorang yang baru menemkan cinta di usia 70 tahun, yang pesan besarnya bahwa tak ada kata terlambat untuk cinta... wuiiih... entah ini buka ada atau tidak... kalo saya googling sih beneran ada...

Overall buku ini lumayan bagus tapi bukan yang saya suka banget dan gak gitu berkesan... yaah bagi saya nilainya 3 dari 5 bintang... 

Review Drama Korea: Deserving of the Name/ Live Up To Your Name - Menyatukan pengobatan akupuntur dan modern



Sambil nunggu-nunggu episode baru drakor My Golden Life  yang baru muncul di hari sabtu dan minggu, dan nunggunya bagai berabad-abad (Lebaaay... 😅) saya mencoba mengisi waktu dengan nonton drama korea berjudul "Deserving of the name" atau judul lainnya "Live Up To Your Name" (kenapa judulnya mesti dua ya... galau aja sih.. 😌). 

Tertarik nonton ini karena banyak yang merekomendasikan... Meski pas liat poster fotonya ya enggak banget ya... selain pemainnya gak saya kenal (alias kurang memuaskan indra penglihatan... apa siiih...😅), cerita nya ya tentang time travel gitu yang bikin males karena gak masuk akal, sejenis dengan drakor rooftop prince, moon lover scarlet heart ryo, Quinn In Hyu's Man, Faith dan masih banyak yang lain yang saya blom tonton.  Time travelnya tuh pindah-pindah antar era joseon dan modern gitu. 

Bercerita tentang Heo Im yang seorang tabib hebat di era Joseon. Heo Im sangat pandai dalam akupuntur dan dipekerjakan di tempat pengobatan untuk orang-orang miskin (kalo di kita puskesmas kali ya hehe). Padahal Heo Im sangat berambisi untuk jadi tabib istana, tapi karena background keluarganya yang rendahan, maka dia selalu gagal untuk jadi tabib istana. 

Namun pada suatu hari, dia dipanggil ke istana untuk ngobatin raja. Hal inilah yang udah ditunggu-tunggu sejak lama... tapi ya, pas mo ngasih akupuntur ke raja, tangannya malah gemeteran dan gak berhasil... Karena kegagalan ini, dia harus dihukum mati... Heo Im pun kabur... dan di suatu jembatan dia kena panah sampai jatuh ke sungai... daaaan ketika sadar dia justru berada di era modern... 

Di era modern ketemulah Heo Im dengan seorang dokter bedah bernama Choi Yeon Kyung.  Choi Yeon Kyung ini diceritakan sebagai dokter bedah yang handal, dan kakeknya punya klinik akupuntur. Tapi Yeon Kyung justru gak percaya dengan pengobatan oriental itu... 

Disinilah petualangan mereka melewati antar waktu dimulai... bekerjasama menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Lucu saat Heo Im kagok menghadapi dunia modern dan Yeon Kyung menghadapi zaman Jeseon...

Pemain-pemain dalam drama ini:



Saya sih gak gitu familiar dengan pemain-pemainnya... Cowonya juga kurang ganteng (haha... subjektif banget ini mah)... Tapi drakor ini memiliki pesan yang sangat dalam... dimana seorang dokter gak bisa milih-milih pasiennya... karena tujuannya mulia yakni menolong nyawa pasiennya itu... klo setelah itu hidup pasien gak berguna or jadi jahat... ya si dokter gak punya kewenangan lagi..

Di 10 episode pertama saya lumayan suka... tapi setelah itu boseennya minta ampun... di episode ke-11 mulai di cepet-cepetin... bosen setengah mati... meski saya rada penasaran dengan akhir kisahnya... yaaah begitulah... saya cuma bisa kasih nilai 3 dari 5 bintang untuk drama korea ini...