Selasa, 13 Desember 2016

Resensi Novel: The Rosie Project

https://www.goodreads.com/book/show/26542530-the-rosie-project


Novel yang berkisah tentang pencarian istri oleh seorang profesor genetika bernama Don Tillman membuat saya tertarik untuk membeli dan membaca novel tersebut. 

Novel yang terdiri dari 368 tersebut saya habiskan hanya dalam tempo kurang lebih 1 minggu. 

Termasuk novel romantis yang ringan dibaca dengan ide yang sangat menarik.

Dalam novel tersebut dikisahkan tentang seorang Profesor Genetika berusia 39 tahun dan belum menikah bernama Don Tillman. Don Tillman pun berniat membuat suatu proyek dalam mencari istri yang sesuai untuknya. Dia pun membuat kuesioner agar memudahkan menemukan calon potensial menjadi istri agar tidak membuang waktu dalam menjalani kencan-kencan buta yang mengecewakan. Kuesioner yang dibuat sangat mendetail dan sangat sempurna...

Don Tillman digambarkan seseorang yang aneh dengan kepribadian yang mengesampingkan emosi. Hidupnya terprogram dan terjadwal bagaikan komputer. Bahkan untuk menu makanan pun, sangat terjadwal. 

Hingga datanglah seorang wanita bernama Rosie yang mulai mengacaukan segala jadwal sang Profesor. Rosie yang sangat jauh dari kandidat untuk menjadi istrinya. Rosie perokok (merupakan wanita yang dihindari Don), adalah seorang kandidat Doktor di bidang Psikologi dan bekerja paruh waktu di sebuah bar untuk kaum gay.

Rosie memiliki keinginan untuk mengetahui siapa ayahnya, inilah yang menjadi ikatan dengan profesor Don yang seorang ahli genetik. Proyek mencari ayah untuk Rosie ini membuat mereka menghabiskan waktu bersama. 

Dengan seringnya berkomunikasi dengan rosie, lambat laun sang profesor mulai menikmati kehidupan yang lebih santai tanpa jadwal yang teratur dan perlahan mulai merasakan emosi yang selama ini selalu dikesampingkan.

Kesan tehadap Novel ini:

Novel ini memiliki tema yang unik dengan bahasa yang unik pula. Menggunakan sudut pandang pertama, yakni sang Profesor Don Tillman. Dengan demikian serasa dihidangkan pada sinopsis penelitian genetika yang penuh istilah-istilah ilmiah.... Terkadang novel terkesan datar karena menyesuaikan dengan pemikiran Don Tillman yang tidak memiliki emosi.

Pesan yang tersirat dari novel ini:

  1. Jodoh itu kita tidak pernah tahu, sebesar apapun kita membuat list pasangan ideal, namun takdir tidak bisa di tolak.
  2. Cinta benar-benar tidak bisa dikalkulasikan, karena emosi dan logika dua hal yang berbeda.
  3. Manusia itu bukan komputer, ada kalanya tidak mengikuti jadwal-jadwal yang kaku... besantai dan bersenang-senanglah dengan kehidupan.
Saya cukup terhibur dengan novel ini. Meski menurut saya akhir dari novel ini kurang greget dan kurang emosional (karena mengikuti sudut pandang si profesor sepertinya...)..
Saya nilai novel ini 3 bintang dari 5... 

======

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar