Kamis, 28 Desember 2017

Review Film: Jumanji: Welcome to the Jungle


Ketika suami saya ngajak nonton Jumanji, saya lumayan exciting... teringat lah bagaimana jumaji yang rilis tahun 1995 (tapi kayanya saya nontonnya gak tahun segituan lah... itu masih terlalu kecil... haha pencitraan) seru banget dan masih teringat-ingat sampe sekarang... Pokoknya 2 hal yang akan kita inget terus ya klo gak filmnya bagus banget, ya jelek banget kan... hehe...

Dan di long weekend natal dimana mall penuh banget, kita nonton film ini yang mana ke mall jam 2 siang baru dapet tiket jam setengah 8 malem... (dah gitu 2 studio nayangin Ayat-ayat cinta 2- dimana saya gak tertarik sama sekali karena traillernya terngiang-ngiang, "Nikahi aku Fahri..." Pliz deeeeh gak banget siiih....)

Jadi ceritanya tentang apa... tentang 4 anak SMA (apa kuliah ya...) 2 cowo dan 2 cewe yang bermasalah dan dihukum dimasukkan dalam suatu ruangan untuk nyetreplesin majalah... Trus tau-tau di ruangan itu (semacam gudang) ada playstation yang pas dicolokin ternyata masih berfungsi... permainan itu adalah jumaji.

Karena iseng mainlah mereka... pertama mereka harus milih tokoh-tokohnya... dan ketika mereka pilih tiba-tiba mereka tersedot ke dalam permainan itu... 

Alex wollf sebagai Spencer
Masuk ke permainan jumaji menjadi:

Dwayne Johnson sebagai dr smolder bravestone
SerDarius sebagai Blain
Masuk ke Jumanji menjadi
Kevin Hart sebagai Moose Finbar
Madison Iseman sebagai Bethany
masuk ke Jumanji menjadi
Jack Black sebagai Proff Shelly Oberon
Morgan turner sebagai Martha
Masuk ke Jumanji menjadi
Keren Gillan sebagai Ruby Roundhouse
Mereka masuk dalam permainan yang berlatar di hutan belantara dengan hewan-hewan liar. Diberikan nyawa sebanyak 3, mereka harus dapat menyelesaikan misi yang diberikan, yaitu mengembalikan permata yang udah di ambil musuhnya ke tempat semula yaitu di atas gunung... (inti ceritanya begitu lah ya)...

Lembaga sensor Indonesia mengklarifikasikan film ini untuk 13 tahun ke atas... dan sensor untuk ciuman-ciuman memang ketat... tapi ada yang mengganjal hati... seperti ada sisipan kampanye LGBT.... haha...

Saking dicekokinya dengan kampanye LGBT yang lagi marak... nonton film ini serasa ada misi bahwa LGBT itu gak ada yanng salah... terkadang ada yang seperti bethany yang terperangkap dalam tubuh laki2 namun naluri perempuannya masih hidup... haduuuh pliz deh... hal-hal kaya gini yang menurut saya mengganggu banget...

Setelah pikiran saya kesitu... film ini jadi mengecewakan.... dan agak menakutkan kalau ditonton anak-anak ABG tanpa bimbingan orangtua...

Yah begitulah... jadi agak kecewa dengan film jumanji ini... jadi menurut saya jauuuh banget dari cerita jumanji yang pertama yang lebih epik dan lebih pure untuk anak-anak...

Nilai saya untuk film ini 2,5 dari 5 bintang lah...

Selasa, 26 Desember 2017

Resensi Novel: Big Little Lies - Dusta-Dusta Kecil by Liane Moriarty


Judul: Big Little Lies
Pengarang: Liane Moriarty
Halaman: 512 
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama


Ini buku kedua karangan Liane Moriarty yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Husband's Secret

Oh iya sebelumnya, buku ini terkena insiden serius... kebasahan karena rumah saya kebanjiraan... hiiks... dan bukunya jadi jeleek... sebenernya dengan keadaan yang jelek itu, bikin saya males banget ngebacanya... bayangin aja buku tebal dengan penampilan kumal... huhu... tentu bikin malees banget liatnya.... 

Tetapi begitu saya baca dari halaman pertama... saya gak bisa berenti... dan ikut larut dalam cerita itu...

Berkisah tentang persahabatan 3 orang wanita: Madeline, Jane, dan Celeste. Mereka merupakan orang tua murid TK Pirriwee Public School.

Madeline merupakan wanita dominan yang ramah pada semua orang dan tidak takut konfrontasi.

Jane adalah ibu tunggal yang berjuang menjadi orangtua tunggal dari Ziggy-anaknya... anak yang berasal dari one night stand...

Celeste seorang yang cantik dengan anak kembar yang aktif... hidupnya tampak sangat sempurna karena memiliki suami tampan dan kaya.

Awal mula cerita seperti ada kematian... namun kita dibuat penasaran karena gak tau siapa yang mati itu.... sepanjang novel saya menebak-nebak siapakah yang mati dalam cerita ini... 

Kemudian cerita bermula di masa orientasi TK saat salah satu anak yang bernama Amabel (anak dari Renata-ibu dengan karir cemerlang) mengalami perisakan (Fyi perisakan = pem-bully-an, saya juga baru tahu ini... hehe di novelnya pake bahasa perisakan- dan kurang populer di Indonesia). Dan ketika ditanya siapa yang melakukan perisakan, Amabel menunjuk Ziggy (anak dari Jane). Disinilah kemudian terjadi pepecahan kubu... 

Sebagai teman baru Jane, Madeline tentu sangat membelanya, apalagi setelah Jane menolongnya karena cedera kaki yang dialami Madeline saat mengantar anaknya ke sekolah. Dan kesetiakawanan itu pun diikuti dengan Celeste. Mereka membela Jane habis-habisan, apalagi dengan adanya petisi untuk mengeluarkan Ziggy dari sekolah karena diduga melakukan perisakan walaupun belum ada bukti.

Sebenarnya cerita novel ini tidak hanya berkutat di masalah perisakan saja. Itu hanya salah satunya... Di novel ini diceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang ibu. Banyak ilmu parenting yang bisa diambil. Disini digambarkan bagaimana kekhawatiran Madeline karena anaknya yang ABG lebih memilih tinggal dan memuja ibu tirinya... dan bagaimana traumatiknya Jane karena menjadi korban kekerasan seksual sekaligus harus menjadi ibu tunggal...

Selain itu kehidupan rumah tangga yang tampak dipuja banyak orang ternyata sangat bobrok di dalamnya... Celeste yang memiliki kehidupan yang tampak sempurna ternyata mengalami KDRT. Dia bukan orang yang tidak berpendidikan, malah background sekolah hukum sudah dikantonginya, namun tetap sulit untuk membebaskan diri dari KDRT yang dialaminya... 

Ya, novel ini bukan novel misteri... adanya kematian hanya sebagai daya tarik saja... haha... genre novel ini lebih ke novel keluarga...

Menurut saya novel ini sangat menarik... bahasanya yang ringan membuat saya sulit berhenti membaca... padahal bukunya tebal sekali (ditambah kumal hihi)... tapi tanpa sadar saya sudah sampai di akhir bukunya...

Saya beri novel ini 4 bintang dari 5... 

Oh iya, novel ini dibuat mini series-nya dan ditayangkan di HBO... nah yang main:
Reese Witherspoon sebagai Madeline
Nicola Kidman sebagai Celeste

Shailene Woodley sebagai Jane

Menurut saya yang agak kurang cocok adalah yang main Jane... soalnya digambarkan di novelnya dibilang kurus banget... tapi nyatanya disini pemainnya chubby2 gitu... hehe...

Saya baru nonton mini seriesnya yang pertama dari 7 episode, itu pun baru setengah jalan... jadi belom bisa ngasih penilaian apa-apa (sok kritikus film banget haha...)..



Minggu, 17 Desember 2017

Review Film: Murder On The Oriental Express


Sebagai pembaca setia novel Agatha Christie, saya lumayan penasaran dengan film ini. Namun ekpektasi saya gak tinggi-tinggi amat, mengingat saya banyak dikecewakan dengan adaptasi film dari novel yang novelnya sudah saya baca. 

Dalam bayangan saya film ini akan serupa dengan film sherlock holmes yang lumayan berat... dan pusiiing mikirnya, karena alurnya loncat-loncat dan bikin bingung... 

Tapi ternyata, film ini dikemas cukup ringan... alurnya jelas... penokohannya jelas... latarnya jelas... so film ini mudah dicernak... (makanan kali... hehe)

 Bercerita tentang Hercules Poirot seorang detektif handal yang sebenernya udah mau pensiun dari nanganin kasus-kasus... dihadapkan pada kasus pembunuhan di sebuah kereta api jarak jauh. Ditengah perjalanan, Mr Ratchett seorang pengusaha kaya yang diperankan oleh Johnny Depp dibunuh. Pembunuhan terjadi di kamar keretanya dengan banyak tusukan pisau yang tidak beraturan... 

Nah masalahnya setelah ditelisik, ternyata semua penumpang dalam kereta itu punya motif untuk membunuh dan Mr Ratchett memang sosok yang "dunia lebih baik tanpanya" alias jahaat...

Hercules Poirot pun harus menangani kasus ini. Dan ini merupakan kasus yang pelik bagi dia... 

Di film ini Poirot diperankan oleh Kenneth Branagh. Sesuai sih sama yang saya imaginasikan dalam novel-novelnya. Tapi bagi saya karakternya kurang "Poirot benget".


Kan Poirot digambarkan angkuh... PDnya tinggi... Sok kepinteran dan emang pinter banget. Tapi di sini diperlihatkan sisi melankolis poirot... dan ini terlalu banyak... jadinya merusak citra Poirot yang saya sebutkan diatas... Apalagi pas adegan ngomong sendiri di depan foto mantan pacarnya... aduuuh itu bukan Poirot yang saya kenal dalam novel (entah memang klo ada di salah satu novelnya yang poirot melow2 begitu berarti saya belum baca).

Kayanya kok jadi rasa PDnya kurang... dan keangkuhannya cuma tercermin dari kata-kata yang ia ucapkan dalam beberapa adegan tapi tidak terinternalisasi di karakternya...

Jadi menurut saya... Film ini it's ok lah ya, meski sedikit kecewa dengan karakter poirot... tapi dari segi cerita cukup mengalir dan tidak membosankan... 

Saya kasih bintang 3,5 dari 5 untuk film ini...



Minggu, 10 Desember 2017

Review Drama Korea: Witch at Court - Mengulik Kasus-Kasus Hukum Kekerasan pada Perempuan dan Anak


Satu lagi drama korea bertema hukum dan tokoh utamanya berprofesi jaksa berjudul Witch at Court. Sebelumnya sudah banyak banget yang temanya hukum-hukum gitu, seperti While you were sleeping, Remember war of the son, suspicious Partner, Defendant, dan masih banyak lagi yang saya lupa dan saya belom tonton.

Sebenernya rada bosen dengan tema begituan sih... apalagi saya baru aja nonton yang while you were sleeping... dan lagi cover untuk drakor Witch at Court ini gak menarik... haha... tapi saya bingung ketika cek-cek reting drakor, lho drama ini diperingkat atas terus... Saya pun penasaran... dan ternyata emang seruuuu... nontonnya gak bisa berenti.

Berkisah tentang jaksa bernama Ma Yi Deum yang diperankan oleh Jung Rye Won yang kehilangan ibunya 20 tahun lalu... iya ibunya benar-benar hilang... gak tau dimana, jenazahnya pun gak ketemu... Ma Yi Deum pun berkomitmen untuk terus mencari ibunya, makanya dia nafsu banget jadi jaksa terkenal, tiap ada konfrensi pers, dia banci tampil banget... dan ternyata alasannya karena kalau ibunya sengaja meninggalkan dia, bisa liat bahwa dia udah jadi orang hebat... sediiih deh...

Jung Rye Won sebagai MaYi Deum
Karaktek Ma Yi Deum disini unik... sombong, gak mau ikut campur urusan orang apalagi yang merugikan diri dia, pasti dihindari.... tapi ternyata meski dia menganggap gak peduli, tetep dia gak tega untuk membela yang jahat... pokoknya dia jaksa sakti banget, jago manipulasi untuk kemenangan dia... Karakternya nyebelin tapi sekaligus bikin jatuh cinta... haha... Independent nya dan ketangguhannya patut di contoh... 

Tapi karena suatu insiden pelecehan seksual dikantornya yang melibatkan wartawati, Ma Yi Deum harus dimutasi ke unit perlindungan wanita yang dihindari oleh semua jaksa karena bisa mematikan karirnya...

Tapi di unit itulah dia bisa mengulik kasus ibunya yang menghilang 20 tahun lalu...

Di Unit Perlindungan Wanita dia bertemu rekan kerja yang ganteng... haha... mantan dokter psikiater yang kemudian berubah haluan menjadi jaksa karena ingin membela korban-korban pelecehan seksual. Rekan kerja ganteng itu bernama Yeo Jin Wook yang diperankan oleh Yoon Hyun Min.

Yoon Hyun Min sebagai Yeo Jin Wook
Btw dia mirip kan ya sama Lee Joon Gi?

Lee Joon Gi

Mirip gak sih??? Sekilas doang kayanya... hehe...

Nah Ma Yi Deum dan Yeo Jin Wook ini bersama-sama berusaha mengungkap kasus-kasus pelecehan seksual pada wanita dan anak-anak... banyak kasus-kasus pemerkosaan dan pelecehan yang terpecahkan... dan selanjutnya Ma Yi Deum mengetahui bahwa menghilangnya ibunya 20 tahun lalu juga karena ibunya korban pelecehan seksual yang mempunyai bukti untuk menjerat tersangka.

Antagonis disini diperankan oleh Jeon kwang leol sebagai Joo Gab Soo yang jahatnya Naudzhubillah deh... bikiin gemes pengen jambak-jambak dia...

Jeon Kwang Leol Sebagai Joo Gab Soo
Jo Gab Soo mantan kepala polisi yang korup dan suka nyuap yang koneksi dengan orang-orang pentingnya banyak banget. Menghalalkan segala cara untuk mendapat kekuasaan, dan bahkan rela mengorbankan orang-orang setianya... parah deh nih orang... 

Drama ini bener-bener bikin gak bisa berenti. Kasusnya cukup kuat dengan dibungkus hubungan kekeluargaan yang menyentuh hati... tapi sayangnya nih... romantismenya kurang banget... ada siih tapi kedikitan... haha.... cerita romantisnya Ma Yi Deum sama yeo ji wook kurang digarap... jadi saya rada kecewa... haha

Overall seru sih nih drama... sampe episode terakhir pun masih gemes-gemes banget sama si penjahatnya... patut lah buat ditonton... saya kasih bintang 4 dari 5 untuk drakor ini...

Senin, 27 November 2017

Resensi Novel: When He Was Wicked - Cinta Terpendam sang Earl (Seri Bridgertons Family #6)


Judul Buku: When He Was Wicked
Pengarang: Julia Quinn
Halaman: 440
Penerbit: Kompas Gramedia


Oke, saya memang sedang kangen dengan bacaan-bacaan ringan yang penuh roman picisan karya Julia Quinn... Atau lebih tepatnya saya kangen dengan keluarga Bridgerton (terutama yang cowo2 nya lah.... haha)

Iseng bacalah saya cerita si Francesca anak ke-6 Keluarga Bridgerton ini.. awalnya sih gak tertarik ya... soalnya di Goodreads juga reviewnya gak bagus...

Dan memang saya kurang suka... meski baca buku ini cuma 1 hari (karena di skip-skip), tapi buku ini gak menarik... 

Sebenarnya yang saya harapkan dari suatu novel yang saya baca or film yang saya tonton hanya satu saja, karakter yang bisa buat saya jatuh cinta... Karakter yang tentu saja buat saya terinspirasi, seperti misal ketangguhannya, semangatnya, or apalah yang lain...

Daaaan.... saya tidak menemukan karakter yang bikin saya jatuh cinta di novel ini. 

Francesca digambarkan menyedihkan, dia ditinggal meninggal oleh suaminya-John di usia pernikahan ke-2. Bahkan beberapa bulan kemudian keguguran (perfect tragedy)... berkubang diantara kesedihan dan kegalauan sampai dengan 4 tahuuun... dan baru tersadar bahwa sesungguhnya ia ingin punya anak... dia gak berharap ketemu lagi dengan laki-laki yang bisa ia cintai, tapi dia cuma mau punya anak!!!

Disisi lain, Michael, sepupu John memang sudah memendam rasa sama si Francesca, bahkan sejak francesca menikah sama John. Namun Michael sadar itu tidak benar. Makanya dia menutupi kesedihan cinta gak kesampaian dengan pribadi playboy...

So dah dapat ditebaklah ya... pokoknya adalah romantisme-romantisme antara Francesca dan Michael hingga akhirnya mereka jatuh cinta beneran... (pokoknya begitu deh...*males juga menguraikannya haha)..

Nah, saya pikir nih buku kayanya sedih amat ya... gak ada ceria-cerianya... kehidupan Francesca kayanya tuh sepi dan sendiri banget, ditambah orangnya melow gitu... so bagi saya (yang emang udah melow... Haha) gak bisa jadi panutan... 

Ada sih adegan dalam buku yang bikin saya terharu, yakni pembicaraan Francesca sama ibunya yang nanya kenapa ibunya gak pernah menikah lagi. Dan ibunya bilang cuma francesca yang nanya hal itu, anak-anaknya yang lain gak pernah nanya... dan ibunya jawab waktu itu gak ketemu orang yang tepat lagi atau juga gak benar-benar mencari, apalagi kondisinya dulu beda sama francesca, kalo ibunya kan janda dengan 8 anak... lah francesca kan belom punya anak... 

Sementara karakter Michale gak ada spesial-spesialnya... malah gak jelas deh karakternya selain yang digembar-gemborkan ganteng dan perayu ulung... beda sama cowo bridgerton lainnya kaya Antony yang angkuh or collin yang sok playboy tapi nyatanya gak pedean... 

So, rada kecewa ya dengan buku yang ini... saya cuma bisa kasih bintang 2 dari 5 untuk karya julia quinn yang ini...

Minggu, 26 November 2017

Resensi Novel: Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya by Agatha Christie

Judul Buku: Satu, Dua, Pasang Gesper Sepatunya
Pengarang: Agatha Christie
Halaman: 280
Penerbit: Kompas Gramedia


Rindu dengan cerita-cerita detektif (dan mabok dengan drama korea-karena kebanyakan yang ditonton 😃), saya kembali memilih novel agatha christie sebagai pengisi waktu luang...

Namun bagi saya novel ini agak membosankan. Tokohnya yang banyak bikin saya pening buat mengingat-ingat (apa karena faktor usia kah hehe).

Bercerita tentang tewasnya seorang dokter gigi yang kebetulan (ya gak kebetulan lah ya... 😃) dokter giginya Poirot. Dan kebetulannya juga sebelum tewas di siang hari, pada waktu pagi memeriksa Poirot. Jadi Poirot tahu siapa-siapa aja yang hari itu ada di klinik gigi tersebut yang bisa jadi merupakan tersangka pembunuhan.

Polisi awalnya menyimpulkan bahwa si dokter gigi bunuh diri setelah salah menyuntikkan dosis obat bius ke salah satu pasiennya...

Tersangkanya antara lain ada  seorang bankir, rekan seprofesinya yang dokter gigi juga, seorang yunani, seorang pemuda amerika, dan seorang bekas aktris dengan sepatu bergesper yang lepas...

Tapi tentu saja Poirot merasa kesimpulan itu sangat janggal... Poirot menyelidiki dan tentu saja misteri itu terpecahkan...

Bagi saya cerita novel ini membosankan selain karena tokohnya yang banyak, alurnya pun lambat... bagi saya hampir tidak ada kejutan atas misteri ini... 

Oh ya satu lagi yang bikin kurang greget, teman Poirot-Hasting, gak ada... jadi agak-agak gimana gitu... hehe... soalnya yang menghidupkan suasana biasanya Hasting. Poirot juga bisa tambah angkuh kalo di depan hasting... jadi ya kurang hidup aja ceritanya...

Saya cuma bisa kasih bintang 2 dari 5 untuk novel ini...

Senin, 20 November 2017

Review Drama Korea - Because This Is My First Life: Cerita Kawin Kontrak yang Bikin Baper



Ide cerita kawin kontrak memang gak pernah lekang oleh waktu ya... Dan tentu bikin banyak orang seneng dan baper.... sudah banyak Drama korea yang mengambil ide kawin kontrak or yang gak berdasarkan cinta seperti Full house, Princess Hour, Marriage not dating, Mary Stayed out all night, dan sepertinya masih banyak lagi yang belum saya tonton...

Nah satu lagi di tahun 2017 ini ide kawin kontrak dituangkan dalam Drama korea yang berjudul "Because This Is My First Life".

Diceritakan bahwa Yoon Ji Hoo merupakan seorang asisten penulis yang gak berhasil-berhasil dalam hidupnya. Harus keluar dari rumahnya karena si adik ternyata udah menikah, dan dia merasa gak nyaman untuk tinggal bareng sama adiknya yang baru menikah. Dalam kondisi gak punya uang banyak, Ji Hoo harus mencari tempat tinggal baru.  


Jung So Min sebagai Yoon Ji Hoo

Sementara itu, Nam Se Hee adalah seorang designer IT yang mukanya lempeeeng banget... Kaya gak punya emosi. Senyum juga cuma bisa 1 cm... Dan dipikirannya cuma ada cicilan rumah yang lunas di tahun 2048 dan kucing yang dinamakan juga dengan nama "kucing" (memang aneeeh). 

Nam se Hee mencari penyewa kamar dirumahnya untuk membantu dia bayar cicilan rumah. Nah sebelumnya si penyewa rumah adalah tukang mabok (bahkan pipis dalem kulkas... ihh amit-amit), makanya diusir dan Nam Se Hee pengen segera cari penyewa yang lain yang bersedia sama-sama ngerawat rumah itu juga dan tentu meringankan cicilan dia... 


Lee Min Ki sebagai Nam Se Hee
Singkat cerita penyewa baru di rumah Nam Se Hee adalah Ji Hoo. Awal-awal Nam Se Hee gak tau kalo penyewa rumahnya adalah wanita begitu juga Ji Hoo gak tau kalau tuan rumahnya laki-laki. Nam Se Hee seneng banget, karena Ji hoo suka bersih-bersih dan mau ngasih makan kucingnya... apalagi jago memilah-milah sampah...

Budaya Korea masih mirip-mirip lah sama Indonesia, tinggal serumah dengan lawan jenis tuh enggak bangeet... Nam Se Hee pertentangan batin karena udah merasa cocook banget sama Ji Hoo... bahkan menurut analisis (menggunakan chart dan algoritma... Haha), Ji hoo merupakan penyewa dengan nilai paling tinggi... Selain itu, Nam Se Hee juga didesak-desak nikah sama ibunya... makanya dengan kondisi begitu, demi terbebas dari tekanan ibunya buat ikut kencan buta, di ajak nikah lah Ji Hoo... cara pas ngajak nikahnya lucu bangeet...haha..

Mereka nikah bukan karena cinta... tapi karena yang satu butuh seorang penyewa buat bayar cicilan, dan yang satu emang cuma butuh kamar yang nyaman dengan biaya murah...

Disinilah kisah romantisnya bermula... dan bikin baper... memang udah bisa ditebaklah ya... tapi lucu proses mereka yang mulai saling suka-suka an...

Disini saya jatuh cinta sama dua karakter baik laki-lakinya maupun perempuannya... 

Nam Se Hee digambarkan pinter banget.... bahkan bosnya aja sampe takut dan gak bisa ngatur dia... haha.... sementara Ji Hoo bukan cewe yang cengeng... meski nasibnya jelek, gak nelangsa-nelangsa banget... dan tetap kuat dan tangguh... 

Sampai saya tulis ini, episode tayang sudah 12 dengan durasi tiap episodenya 1 jam... dan saya sukaa... saya kasih nilai 4,5 bintang dari 5 untuk drama ini... 

Update:

Drama ini udah selesai di episode 16... dan sampai akhir saya gak ngerasa bosan... dan bikin geregetan.... trus pesan moral tersembunyi yang bisa saya ambil adalah: pliz deh kalo udah suka dan cinta tuh ya ngomong atuuh, biar gak melow-melow gak jelas sendirian (ini ditujukan ya buat dua-duanya peran utama si nam se hee dan ji hoo)... 

Ada yang berkesan di drama ini, yaitu ketika Ji Hoo cerita tentang isi novel "Room 19"  ke Nam Se Hee, diceritakan bahwa ada seorang istri yang meminta ke suaminya untuk membuatkan ruang pribadi buat dia, dibuatkanlah ruang pribadi itu dirumahnya untuk menyendiri si istri, tapi dengan berjalannya waktu, ruang itu gak jadi ruang pribadinya lagi karena anak-anaknya dan suaminya masuk ke ruangan itu. Sampai si istri akhirnya menyewa suatu kamar hotel. Pada malam hari ketika suami dan anak-anaknya tidur, dia akan pergi ke hotel itu dan menikmati kesunyiannya sendiri, dan itu membuat dia bahagia. 

Hingga sampai pada suatu waktu, suaminya tau tentang kamar yang disewa di hotel itu... dan apa dong yang istrinya bilang, dia malah ngaku bahwa dia selingkuh di hotel itu daripada mengakui bahwa dia menggunakan hotel itu buat dirinya sendiri... hmmm tragis kan...

Yup, setiap orang memang butuh ruang pribadi... tapi gak se ekstrim di novel itu juga kaliii... dan gak se ekstrim Nam Se hee yang tertutup dan gak membiarkan seorangpun masuk dalam hatinya dan menggoncangkan emosi... 

Tapi sekuat apapun Nam Se Hee membangun tembok di hatinya, akhirnya luluh juga dengan Ji hoo yang tulus dan punya ketegasan dalam memilih jalan hidup... 




Review Drama Korea - While You Were Sleeping: Ketika Mimpi jadi Kenyataan



Drama korea ini sudah heboh dari awal. Alasannya ya karena mempertemukan dua bintang yang sedang naik daun. Siapa lagi kalau bukan Bae Suzy dan Lee Jong Suk.


Di episode awal digambarkan Nam Hong Joo yang diperankan Bae Suzy bermimpi tiba-tiba memeluk laki-laki tak dikenal. Dan ternyata laki-laki itu adalah Jung Jae Chan yang diperankan oleh Lee Jong Suk. 

Jadi ternyata Nam Hong Joo memiliki kemampuan dimana mimpi-mimpinya menjadi kenyataan. Kebanyakan mimpinya tentang suatu tragedi yang bisa menyebabkan kematian.



Bae Suzy sebagai Nam Hong Joo

Nam Hong Joo tidak sendirian ternyata Jung Jae Chan juga memiliki kemampuan yang sama. 

Jung Jae Chan berprofesi sebagai jaksa dan Nam Hong Joo bersama-sama mencoba untuk menghentikan terjadinya tragedi di masa depan yang muncul dalam mimpi-mimpi mereka. 


Lee Jong Suk sebagai Jung Jae Chan
Menurut saya ceritanya biasa-biasa saja. Gak terlalu menyentuh di hati. Thrillernya gak bikin deg-degan dan romantismenya gak bikin baper.... jadi nanggung... Apalagi second lead-nya gak digarap habis-habisan sebagai barisan sakit hati yang mengenaskan... haha.. Han Woo Tak yang ternyata naksir sama Nam Hong Joo kurang  greget... jadi udah suka tapi kalah cepat sama Jung Jae Chan.. dan dengan legowo tetap tersenyum manis....


Jung Hae In sebagai Han Woo Tak

Antagonisnya adalah Lee Yoo Beom seorang mantan jaksa yang beralih profesi sebagai pengacara. Antagonisnya juga gak yang frontal... tapi bikin geregetan sih, karena dengan mudah memanipulasi segala sesuatu.

Lee Sang Yoeb sebagai Lee Yoo Beom
Overall, bagi saya drama ini biasa-biasa aja... bahkan empat episode akhir saya males nonton walaupun akhirnya ditonton juga. Bukan drama yang bikin baper... dan juga karakternya gak ada yang bikin jatuh cinta...

Saya kasih nilai 3 dari 5 bintang... 

Rabu, 15 November 2017

Review Film: Critical Elevent


Film Critical Eleven ini merupakan adaptasi dari novel karangan Ika Natassa dengan judul yang sama. Novelnya sendiri saya sih belum baca. Tapi kalau sudah liat filmnya bagi saya sudah cukup, gak kepengen lagi baca novelnya... hehe... menurut saya kalo idenya sama ya udahlah ya udah ngerti juga...

Saya gak nonton film ini di bioskop, tapi melalui aplikasi HOOQ yang giat bekerjasama dengan provider seluler...

Dan Film ini cukup membuat saya menangis... 

Bercerita tentang kisah romantis pertemuan Ale (diperankan Reza Rahardian) dan Anya (diperankan Adinia Wirasti) di pesawat yang kemudian berlanjut hingga ke pelaminan. 

Anya yang mulanya wanita karir mapan, bersedia melepaskan semuanya demi mengikuti suaminya untuk mukim di New York. 

Ale sendiri merupakan pekerja tambang yang harus pergi bekerja di lapang hingga jangka waktu agak lama (gak tau deh, lupa berapa lama... hehe)... Jadi Anya sering ditinggal sendiri di New York, sementara Ale pergi ke tengah laut Meksiko.

Tak beberapa lama, Anya hamil... 

Nah disinilah mulai timbul konflik. Anya santai aja menghadapi kehamilannya, tapi Ale sedikit lebay dan merasa gak tega kalo ninggalin Anya pas hamil untuk kerja lama-lama di tengah laut. 

Ale pun ngajak Anya balik ke Indonesia, agar lebih dekat dengan keluarga, dan agar Ale lebih tenang bekerja. Anya yang sudah menikmati tinggal di NY pun nolak mentah-mentah. Tapi Ale berkeras, hingga akhirnya dengan setengah hati dan mau gak mau, Anya nurut untuk balik ke Indonesia...

Di Indonesia, Anya justru balik kerja lagi... hidup baik- baik saja sampai tiba-tiba bayi yang dikandung anya dinyatakan meningal di usia yang hampir dilahirkan... 

Hal ini tentu aja bikin shock keduanya... dan miris sekali kan... Hubungan mereka teruji, Ale sepertinya menyalahkan Anya karena terlalu sibuk... sementara Anya pun meski gak terima memang merasa itu semua kesalahannya...

Dan hubungan mereka mendingin... (menurut saya karena kurang iman ini haha... toh apa yang belum menjadi rezeki, meski ditangisi sebanyak apapun gak akan jadi milik kita kan...)... 

Dan begitulah... mereka harus berjuang untuk menyelamatkan krisis rumah tangga mereka... Apakah berhasil?? tonton sendiri aja...

Sedih sih nonton ini... saya sampai berurai air mata... ya gimana enggak coba, kalau udah nyiapin apa-apa untuk baby, tau-tau meninggal dalam kandungan... tapi ya gak saling menyalahkan juga kan.... 

Saya kasih nilai 4 dari 5 untuk film ini...



Jumat, 03 November 2017

Resensi Novel: Paris Letters by Janice Macleod


Judul buku: Paris Letters

Pengarang: Janice Macleod
Halaman: 305
Penerbit: Kompas Gramedia


Well, membuka halaman pertama saya bingung, ini novel kan? Tapi kok nama tokohnya sama seperti pengarangnya. Dan novel ini jauh dari yang saya harapkan. Saya kira novel ini seperti cerita-cerita chicklit atau metropop sejenis karangan Sophie Kinsela, tapi kecewa karena buku ini bercerita pengalaman hidup si Janice saja.


Janice diceritakan sebagai seorang penulis naskah iklan yang cukup mapan. Namun merasa jenuh dan kesal, terutama karena sulitnya meminta izin cuti. 

Di Bab ke-2, diceritakan bahwa ia selalu mengeluh dengan kesehariannya, bekerja dan bekerja (ini saya banget).  

Dalam kejenuhan itu, Janice membiasakan diri menulis buku harian setiap hari setidaknya 3 lembar. Awalnya buku harian itu menulis keluhan-keluhan pekerjaan, hingga akhirnya timbul pertanyaan berapa uang yang harus di tabung untuk dapat berhenti kerja dan jalan-jalan ke Eropa. Di buku inilah Janice menginspirasi bahwa menulis bisa memberikan jawaban atas masalah-masalah yang kita miliki... 

Dan Janice pun memulai menabung, mengurangi makan di luar, membuang atau menjual barang dan pakaian lama. Hingga pada akhirnya tercapailah keinginannya berhenti kerja dan jalan-jalan ke Eropa.

Di Paris dia bertemu dengan penjual daging tampan, tapi sayangnya tidak bisa bahasa inggris. Namun kisah romantis mereka tetap bergulir meski terkendala bahasa (katanya sih justru enak, jadi klo kesel ngomel-ngomel sendiri tapi pasangannya gak ngerti... haha). 

Dan begitulah kisah bergulir. Si Janice pun mempunyai ide untuk menghidupi diri dengan menulis surat pribadi dengan lukisan sudut-sudut kota Paris yang dia jual melalui E-Bay (jujur saya gak punya bayangan kaya apa ini? apa kaya kartu pos gitu kah...).

Kelebihan novel ini sih penggambaran kota Paris yang begitu indah. Saya jadi pengen kesana, padahal selama ini saya dengernya Paris biasa-biasa aja, banyak copet, dll yang negatif, tapi si Janice cukup membuat saya kepengen merasakan kedamaian yang dia gambarkan, seperti berjalan-jalan diantar taman-taman dan melihat pemusik jalanan memainkan musik. 

Dan lagi Janice memberikan motivasi dalam menulis buku harian, bahkan di halaman 284 dia bilang "Menulislah untuk mempelajari hal-hal yang kau ketahui". Yah kadang memang segala yang kita keluhkan, sebenarnya kita sudah punya solusi untuk menghadapinya. 

Memang perjuangan sekali menghabiskan buku ini. 1 bulan saya membacanya, bahkan sempat saya seling dengan buku Agatha Christie. Maklum saya terbiasa membaca buku yang ada konfliknya. Nah buku ini sepertinya datar-datar saja. Bikin bosen tengah jalan. Tapi poin utama yang buat saya bisa menyelesaikan apalagi kalau bukan penggambaran kota Paris nan indah. 

Overall saya cukup suka (apalagi covernya bagus banget) dan saya kasih bintang 3 dari 5 untuk novel ini... 

Selasa, 31 Oktober 2017

Review Drama Korea: Temperature of Love


Oke drama ini pure drama romance. Sebenernya biasanya saya akan mudah bosan tengah jalan. Soalnya isinya cinta-cinta doang. Dan sebenarnya betul deh, ini drama tuh harusnya saya gak suka banget karena tentang cinta segitiga antar pertemanan. Pliz deh dua sahabat harus suka sama satu perempuan tuh menurut saya enggak banget deh...

Tapi oh tapi.... kok saya gak bisa berenti nontonnya ya... kaya ada sesuatu yang magic membuat saya pengen nonton terus, padahal awalnya di 6 episode pertama, saya udah memutuskan, ah ini mah ceritanya ngebosenin... Namun setelah episode ke 10 an, ceritanya makin menarik.

Jadi tentang apa sih nih drama???

Tentang seorang wanita yang bekerja sebagai penulis skenario dan punya idealisme tinggi. Di awal-awal episode terkesan "belagu", haha... pokoknya awal-awal lee hyun soo yang diperankan oleh Seo Hyun Jin (main sebagai oh hae young, udah pernah saya tulis resensinya di sini) sikapnya nyebelin. Ditembak cowo (brondong yang baru 5 jam kenal) nolak, ditawarin kontrak kerja nolak (walau akhirnya mau)... pokoknya sombong deh, padahal hidupnya lagi terpuruk. 
Seo Hyun Jin sebagai Lee Hyun Soo
Aktor utama Prianya adalah On Jung Sun, diperankan oleh Yang Se Jong, berprofesi sebagai Chef. Seru sih ngeliat makanan-makanan yang disajikan. Indah banget makanannya pake hiasan bunga-bunga. 
Berlatar belakang sebagai anak hasil perceraian, On Jung Sung dituntut dewasa sebelum waktunya dan sangat mandiri. Bermula kerja di sebuah restoran, on jung sun akhirnya bisa membuka restoran sendiri dengan nama "Good Soup". 
Yang Se Jong sebagai On Jung Sun

On Jung Sung dan Lee Hyun Soon jatuh cinta yang berawal dari pertemuan mereka di klub lari. Si on jung sung jatuh cinta ke Lee Hyun soon hanya dalam waktu pertemuan mereka selama 5 jam. Hyun Soon yang udah umur 29 tahun dan ditembak brondong pun nolak, bilangnya lagi mo fokus kerja (soalnya di usia 29 baru merintis jadi penulis). Nah dan tiba-tiba Jung Sung menghilang, dan si hyun soon baru sadar klo suka juga sama Jung Sung (standar kan...). Terpisahlah mereka selama 5 tahun... 

Si second lead nya alias barisan sakit hati yang bikin nih drama greget. Park Jung Woo pemilik perusahaan entertaiment, dia yang mengorbitkan si Hyun Soon sehingga tulisan skenarionya bisa di tayangkan. Park Jung Woo diperankan oleh Kim Jae Wook (psikopat yang main di drama Voice). 
Mr Park Memendam rasa sama Hyun Soon selama 5 tahun... ckckck... bukannya dia gak nembak-nembak... dah sering ditembak tapi dicuekin (kasian deh... pengen nge puk-puk si abang ini jadinya).. Tapi pliz deh bang, masih banyak ikan dilaut... 
Park Jung Woo ini temenan sama si chef on jung sung, bahkan termasuk investor di restoran Good Soup punyanya Jung Sung. Persahabatan mereka ini teruji karena mereka sama-sama suka sama satu perempuan... 
Kim Jae Wook sebagai Park Jung Woo (si barisan sakit hati)
Nah... sampai saya tulis resensi ini, nih drama masih on air. Jadi belum tau akhirnya gimana. Interesting lah nih drama. Mendobrak kebosenan saya terhadap drama pure romance yang biasanya gak saya tuntaskan. Jadi saya masih nunggu nih gimana akhirnya, apakah mengecewakan atau enggak... 

Jujur nih ya, kalo saya jadi si hyun soon, ya saya milih Mr Park lah... haha...kaya dan baik hati, dari pada chef yang ibunya rese dan belom mapan... haha...

Rabu, 04 Oktober 2017

Review Drama Korea: Criminal Minds


Bosan dengan cerita percintaan antara dewa air dengan manusia biasa membuat saya beralih menonton drama korea dengan genre Thriller... 

Namun ternyata saya bosen juga nonton drama ini... hikks... (maunya apa sih)

Drama yang berjudul Criminal Minds terdiri dari 20 episode dengan bintang yang boleh dibilang cukup terkenal. Siapa coba yang gak kenal Lee Joon Gi. 


Lee Joon Gi
Di drama ini Lee Joon Gi berperan sebagai Kim Hyun joon seorang polisi yang kemudian di rekruit menjadi agen NCI (mungkin semacam FBI klo di Amerika). 

Lee Joon Gi sedang naik pamor, apalagi setelah main drama moon lover: scarlet heart ryeo bersama IU yang sudah pernah saya tulis resensinya disini.

Drama ini berkisah tentang kejahatan-kejahatan yang harus dipecahkan oleh team NCI ini. Diantaranya kasus-kasusnya antara lain pembunuhan berantai dan penculikan anak. 

Tapi nya ya, nih drama berkutat ya tentang penyelidikan-penyelidikan kejahatan aja... gak ada kisah lain, apalagi percintaannya... (eh ini yang saya tonton sampai episode 12 ya...) dan ini yang buat saya jemu... Hidup tokohnya tuh kaya di kantor NCI doang ama ditempat penyelidikan aja... haha... demen banget mereka kerja ya... hihi... 

So entahlah... mungkin nih drama gak akan saya tonton sampai tamat. Dan sampai episode 12 ini saya nilai 2,5 dari 5 bintang.

Saya emang suka  film-film thriller sih... tapi gak ya yang berkutat dipenyelidikan aja lah... ada kek cerita keluarganya dan percintaannya... ya jadi begitu deh...

Maaf ya mas Lee Joon Gi, dramamu yang ini saya tidak begitu suka... ^-^

Jumat, 29 September 2017

Resensi Novel: The Girl on Paper by Guillaumme Musso

Well, mungkin untuk ukuran novel yang saya kasih bintang 4, termasuk cukup lama saya membacanya... 3 minggu... 

Karena entah mengapa saya membacanya agak kurang terkoneksi secara batin... biasa aja... saya gak terlalu masuk ke cerita tersebut dan relate terhadap emosi-emosi tokoh di dalamnya. 

Bercerita tentang Tom Boyd yang merupakan penulis terkenal, namun sedang berada pada titik nadir terendahnya. Ditinggalkan kekasihnya yang seorang pianis cantik, Tom terkubur dalam penderitaan. Merasa kesepian, putus asa dan tanpa harapan. Terjebak diantara obat penenang dan kekacauan-kekacauan yang dibuatnya karena rasa frustasi putus cinta.

Dia pun mengalami kebuntuan dalam menulis hingga sulit untuk menulis kembali buku ketiga dari trilogi yang dijanjikan kepada penerbit. Dua bukunya memang telah meledak di pasaran hingga telah memberi inspirasi untuk begitu banyak orang.

Ditengah-tengah keputusasaannya ia menenggak begitu banyak obat penenang, namun terbangun di malam hari saat badai datang, menuruni tangga rumahnya dan melihat seorang wanita tanpa busana berdiri dalam gelap rumahnya.

Wanita itu mengaku bernama Billy salah satu tokoh dalam buku karangan Tom, dan dia terjatuh dari buku akibat salah cetak hingga berhenti di halaman 266 yang berbunyi:


"Kumohon, Jack, jangan pergi seperti ini." Namun, pemuda itu sudah mengenakan mantelnya. Dia membuka pintu, tanpa sekali pun menatap kekasihnya. "Kumohon!" seru gadis itu, jatuh"

Wanita itu membuat perjanjian dengan Tom, untuk dapat dikembalikan ke dunia imajiner tulisan dengan menulis novel ketiga dan sebagai imbalan akan membuat Aurora-mantan kekasih Tom kembali padanya. 

Kesepakatan yang kemudian membuat perjalanan novel ini sangat panjang.... hingga 448 halaman.

Review:

Menurut saya bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat baik, ringan dan meski menurut saya alurnya lambat, tidak membuat jemu meski tak juga membuat saya ingin buru-buru menghabiskannya.

Sudut pandang yang tidak fokus menurut saya menjadi penyebab saya tidak terlalu relate terhadap emosi si tokoh utama (Tom Boyd- dimana dibuku ini disebut "aku") namun juga menceritakan kisah Milo dan Carole, serta sepenggal kisah-kisah lain yang memegang buku salah cetak Tom. 

Lalu kenapa saya menyukai buku ini??? 

Justru saya suka dan mulai terenyuh di akhir-akhir novel. Akhir yang cukup masuk akal setelah semua ide yang mengejutkan di awal novel. Akhir yang manis meski bukan yang roman picisan sekali.

Oh iya ada yang mengganjal bagi saya dalam cerita ini... Ketika disebutkan bahwa Tom telah bangkrut, bagaimana dia bisa membiayai pengobatan Billy ya... *well ini sangat mengganggu sekali... haha...  

Jadi menurut saya, buku ini selain cover nya menarik, ceritanya cukup bagus dan bagian favorit saya adalah ending dari buku ini... 

Selasa, 19 September 2017

Review Drama Korea: Bride of the Water God



Nonton drama ini rasa-rasanya gak terlalu greget bagi saya. Berkisah tentang percintaan antara Dewa Air dengan seorang manusia biasa yang berprofesi sebagai Psikiater (gak laku an hampir bangkrut). 

Ha Baek atau si dewa air ini terpaksa harus turun ke bumi untuk mengumpulkan batu dewa yang menjadi persyaratan dia untuk menjadi raja dewa. Selama di bumi inilah dia bertemu Yon So-A, seorang psikiater yang hidup sebatang kara dan sedang kesulitan keuangan. Bahkan klinik prakteknya terancam ditutup karena tidak bisa membayar sewa tempatnya.

Yon So-A didaulat untuk menjadi hamba si dewa air ini, yakni dengan menyiapkan tempat tinggal dan makanan. Mula-mula Yon So A menolak dengan gigih, dan menganggap si dewa air tersebut hanyalah manusia dengan gangguan kejiwaan. 

Namun kesialan-kesialan, dan sebuah kejadian dimana Ha Baek menyelamatkan nyawa Yon So A membuat Yon so a percaya bahwa Ha Baek merupak dewa air, dan mau untuk menjadi pelayan dewa air...

Pada dasarnya, saya memang gak suka cerita-cerita science fiction begini. Namun entah mengapa tertarik menonton. Tapi pada dasarnya saya lebih suka yang berbau misteri, sampai episode ke-10 saya sudah bosennya minta ampun.

Pemeran Ha baek menurut saya biasa aja. Selain ekspresinya yang datar (mungkin dituntut kaya gitu sih, secara seorang dewa bermartabat gitu lho), saya gak menemukan sisi charmingnya... haha... 
Nam Joo-Hyuk sebagai Ha Baek
Pemeran Yon So A adalah shin se-kyung yang menurut saya mirip sama nikita willy...
shin se-kyung yang mirip nikita willy..
Disini juga menurut saya Shin Se-Kyu juga emosinya biasa banget. Bahkan karakternya gak bikin saya simpati. Memang dia berusaha kuat meski hidup sebatang kara. 

Yah, pokoknya nonton drama ini saya gak ada feel aja... cuma nonton dan gak terhanyut. Saat nulis ini saya udah di episode 11, tapi rada-rada males ngelanjutin.... 



Jumat, 08 September 2017

Review: Drama Korea: Ruler: Master of the Mask


Khas nonton drama-drama kerajaan adalah lelah dengan alur cerita yang bagaikan pertumpahan darah tak berkesudahan... haha...

Nah drama ini juga begitu. Saya tertarik nonton hanya karena yang main si Yoo Seung Ho. 


Yoo Seung Ho sebagai Putra mahkota terbuang
Suka sama dia karena mainnya bagus. Apalagi pas dia main Remember-War of the son yang udah pernah saya tulis di sini

Disini dia main juga bagus. Menghayati banget. Bercerita tentang suatu masa dimana si raja hanya menjadi raja boneka dan tunduk pada pyonsoo grup. Pyonso grup sengaja meracuni raja dan ketergantungan dengan penawar yang hanya bisa dihasilkan oleh pyonso grup. Apabila terlambat meminum penawar dalam jangka waktu 7 hari (kalau gak salah) akan mati. Nah begitulah pyonso grup mengendalikan kerajaan.

Si Raja yang pada akhirnya mempunyai pewaris, gak mau anaknya menjadi raja boneka seperti dirinya. itulah kenapa si putra mahkota harus memakai topeng agar tidak dikenali (takut diracuni jg oleh pyonso grup dan selanjutnya ketergantungan obat penawar).

Begitulah intrik dalam istana yang kejam, hingga pada suatu masa si raja dibunuh oleh pyonso grup, si putra mahkota hampir terbunuh juga, tapi bisa melarikan diri.

Cerita drama ini kemudian berputar dimasa sang putra mahkota berusaha merebut tahtanya lagi dengan menghimpun kekuatan dari luar istana untuk mengalahkan si pyonso grup yang sangat semena-mena, hingga rakyat semakin miskin dan tertindas.

Tentu dalam perjuangan itu ada romansa-romansa yang mendekat. Nah si Putra mahkota ini suka dengan seorang wanita anak pejabat setia, namun terbunuh karena melindungi sang putra mahkota. Wanita bernama Han Ge eun itu merupakan wanita kalem peramu obat tapi sangat gigih melawan ketidak adilan. Han Ga eun diperankan oleh si ratu drama korea yakni Kim So Hyun.
Kim So Hyun si ratu drama korea
Salut sama dia, umurnya baru 18 tahun (kelahiran 1999), tapi main udah dibanyak drama korea. saya sampe hapal banget sama dia. Produktif banget ya... Mainnya sih emang bagus dan cantik pula.

Nah selain itu, tentu ada barisan sakit hati kan... nah yang wanitanya tuh Kim Hwa Goon yakni cucu si ketua Pyonso Group.
Ternyata dia tulus banget mencintai si putra mahkota hingga rela berkorban apapun demi dia. Tapi salutnya dia sama sekali gak minta dibalas cintanya... duuuh so sweet banget. 


yoon so-hee sebagai kim hwa goon
Saya jatuh cinta sama karakter dia. Wanita cerdas nan rela berkorban dengan tulus demi sang pujaan hati. Tapi gak juga mengemis-emis cinta... duuh mang masih ada ya yang kaya dia di dunia ini kah... haha

Sementara peran cowonya yang bertepuk sebelah tangan adalah Lee Sun yang dari kecil sudah jatuh cinta sama Han Geu eun. Pada saat dewasa dialah yang sial menjadi pengganti putra mahkota untuk dijadikan raja boneka oleh pyunso grup. 
L sebagai Lee Sun
Ternyata dia adalah member boyband Infinite... okelah wajahnya emang wajah boyband banget sih... haha... mainnya bagus juga sih. Nah karakter disini memang awalnya dia mau berkorban ngelindungin putra mahkota buat pura2 jadi putra mahkota. Eh justru dia jadi diracunin oleh pyunso grup dan malah jadi jahat.

Ya begitulah... konfliknya benar-benar bikin lelah yang nonton... haha... tapi itulah seninya drama korea era2 kerajaan begini. Dan itu kadang bikin rindu "kelelahannya" itu... hehe..

Overall drama ini memberikan pesan-pesan moral yang sangat bagus tentang pimpinan yang hebat tak bersedia mengorbankan satu pun orang setianya... Seorang pimpinan yang hebat akan mencari solusi yang akan menjadi win-win solution. 

Saya beri nilai 3,5 dari 5 bintang untuk drama korea ini.