Selasa, 19 September 2017

Drama Korea: Bride of the Water God



Nonton drama ini rasa-rasanya gak terlalu greget bagi saya. Berkisah tentang percintaan antara Dewa Air dengan seorang manusia biasa yang berprofesi sebagai Psikiater (gak laku an hampir bangkrut). 

Ha Baek atau si dewa air ini terpaksa harus turun ke bumi untuk mengumpulkan batu dewa yang menjadi persyaratan dia untuk menjadi raja dewa. Selama di bumi inilah dia bertemu Yon So-A, seorang psikiater yang hidup sebatang kara dan sedang kesulitan keuangan. Bahkan klinik prakteknya terancam ditutup karena tidak bisa membayar sewa tempatnya.

Yon So-A didaulat untuk menjadi hamba si dewa air ini, yakni dengan menyiapkan tempat tinggal dan makanan. Mula-mula Yon So A menolak dengan gigih, dan menganggap si dewa air tersebut hanyalah manusia dengan gangguan kejiwaan. 

Namun kesialan-kesialan, dan sebuah kejadian dimana Ha Baek menyelamatkan nyawa Yon So A membuat Yon so a percaya bahwa Ha Baek merupak dewa air, dan mau untuk menjadi pelayan dewa air...

Pada dasarnya, saya memang gak suka cerita-cerita science fiction begini. Namun entah mengapa tertarik menonton. Tapi pada dasarnya saya lebih suka yang berbau misteri, sampai episode ke-10 saya sudah bosennya minta ampun.

Pemeran Ha baek menurut saya biasa aja. Selain ekspresinya yang datar (mungkin dituntut kaya gitu sih, secara seorang dewa bermartabat gitu lho), saya gak menemukan sisi charmingnya... haha... 
Nam Joo-Hyuk sebagai Ha Baek
Pemeran Yon So A adalah shin se-kyung yang menurut saya mirip sama nikita willy...

shin se-kyung yang mirip nikita willy..
Disini juga menurut saya Shin Se-Kyu juga emosinya biasa banget. Bahkan karakternya gak bikin saya simpati. Memang dia berusaha kuat meski hidup sebatang kara. 

Yah, pokoknya nonton drama ini saya gak ada feel aja... cuma nonton dan gak terhanyut. Saat nulis ini saya udah di episode 11, tapi rada-rada males ngelanjutin.... 



Jumat, 08 September 2017

Drama Korea: Ruler: Master of the Mask


Khas nonton drama-drama kerajaan adalah lelah dengan alur cerita yang bagaikan pertumpahan darah tak berkesudahan... haha...

Nah drama ini juga begitu. Saya tertarik nonton hanya karena yang main si Yoo Seung Ho. 


Yoo Seung Ho sebagai Putra mahkota terbuang
Suka sama dia karena mainnya bagus. Apalagi pas dia main Remember-War of the son yang udah pernah saya tulis di sini

Disini dia main juga bagus. Menghayati banget. Bercerita tentang suatu masa dimana si raja hanya menjadi raja boneka dan tunduk pada pyonsoo grup. Pyonso grup sengaja meracuni raja dan ketergantungan dengan penawar yang hanya bisa dihasilkan oleh pyonso grup. Apabila terlambat meminum penawar dalam jangka waktu 7 hari (kalau gak salah) akan mati. Nah begitulah pyonso grup mengendalikan kerajaan.

Si Raja yang pada akhirnya mempunyai pewaris, gak mau anaknya menjadi raja boneka seperti dirinya. itulah kenapa si putra mahkota harus memakai topeng agar tidak dikenali (takut diracuni jg oleh pyonso grup dan selanjutnya ketergantungan obat penawar).

Begitulah intrik dalam istana yang kejam, hingga pada suatu masa si raja dibunuh oleh pyonso grup, si putra mahkota hampir terbunuh juga, tapi bisa melarikan diri.

Cerita drama ini kemudian berputar dimasa sang putra mahkota berusaha merebut tahtanya lagi dengan menghimpun kekuatan dari luar istana untuk mengalahkan si pyonso grup yang sangat semena-mena, hingga rakyat semakin miskin dan tertindas.

Tentu dalam perjuangan itu ada romansa-romansa yang mendekat. Nah si Putra mahkota ini suka dengan seorang wanita anak pejabat setia, namun terbunuh karena melindungi sang putra mahkota. Wanita bernama Han Ge eun itu merupakan wanita kalem peramu obat tapi sangat gigih melawan ketidak adilan. Han Ga eun diperankan oleh si ratu drama korea yakni Kim So Hyun.
Kim So Hyun si ratu drama korea
Salut sama dia, umurnya baru 18 tahun (kelahiran 1999), tapi main udah dibanyak drama korea. saya sampe hapal banget sama dia. Produktif banget ya... Mainnya sih emang bagus dan cantik pula.

Nah selain itu, tentu ada barisan sakit hati kan... nah yang wanitanya tuh Kim Hwa Goon yakni cucu si ketua Pyonso Group.
Ternyata dia tulus banget mencintai si putra mahkota hingga rela berkorban apapun demi dia. Tapi salutnya dia sama sekali gak minta dibalas cintanya... duuuh so sweet banget. 


yoon so-hee sebagai kim hwa goon
Saya jatuh cinta sama karakter dia. Wanita cerdas nan rela berkorban dengan tulus demi sang pujaan hati. Tapi gak juga mengemis-emis cinta... duuh mang masih ada ya yang kaya dia di dunia ini kah... haha

Sementara peran cowonya yang bertepuk sebelah tangan adalah Lee Sun yang dari kecil sudah jatuh cinta sama Han Geu eun. Pada saat dewasa dialah yang sial menjadi pengganti putra mahkota untuk dijadikan raja boneka oleh pyunso grup. 
L sebagai Lee Sun
Ternyata dia adalah member boyband Infinite... okelah wajahnya emang wajah boyband banget sih... haha... mainnya bagus juga sih. Nah karakter disini memang awalnya dia mau berkorban ngelindungin putra mahkota buat pura2 jadi putra mahkota. Eh justru dia jadi diracunin oleh pyunso grup dan malah jadi jahat.

Ya begitulah... konfliknya benar-benar bikin lelah yang nonton... haha... tapi itulah seninya drama korea era2 kerajaan begini. Dan itu kadang bikin rindu "kelelahannya" itu... hehe..

Overall drama ini memberikan pesan-pesan moral yang sangat bagus tentang pimpinan yang hebat tak bersedia mengorbankan satu pun orang setianya... Seorang pimpinan yang hebat akan mencari solusi yang akan menjadi win-win solution. 

Saya beri nilai 3,5 dari 5 bintang untuk drama korea ini.





Drama Korea: Women of Dignity


Ok, ini drama korea yang baru-baru ini saya selesaikan. Ceritanya cukup menarik sekali (meski mirip sinetron2 ya... hehe).

Tentang seorang wanita yang anggun dan elegan bernama Wo A jin yang merupakan menantu dari keluarga kaya raya. Hidupnya sangat sempurna dan berkelas. Dia dipercaya mengatur rumah tangga dan keuangan keluarga mertuanya tersebut, hingga suatu waktu masuklah seorang wanita yang melamar menjadi perawat untuk bapak mertuanya (bapak mertuanya memang sedang sakit, yakni sakit stroke). 

Wo A jin sebenarnya menantu dari anak nomor 2. Tapi karena anak-anak si Bapak mertuanya gak ada yang bener, yang paling dipercaya adalah dia.

Hingga ternyata sang perawat yang bernama Park Bo- Ja memiliki ambisi untuk menguasai kekayaan keluarga tersebut. Mula-mula ia memikat hati si bapak mertua wo a jin, dan makin lama menguasai semuanya. 

Pukulan berat juga membuat hidup wo a jin porak-poranda, suaminya mengkhianatinya dan selingkuh dengan teman wo a jin sendiri. 

Dan begitulah kehidupan pahit menghadang Wo A jin. Namun dalam menghadapi kehidupan tersebut Wo A Jin sunggah sangat kuat dan digambarkan memiliki "kelas" yang mengagumkan dalam menyelesaikannya.

Konflik nya sungguh pelik dalam drama korea ini. Meski gak memiliki rating yang bagus, tapi ceritanya sangat kuat.


Pemainnya pun gak yang remeh temeh, yang memerankan Wo A  Jin adalah Kim Hee Seon.



Kenal dong dengan mbak yang ini. Cantik meski sudah umur 40 tahun. sudah melanglang buana di per drama korean, dia yang main Faith sama Lee Min Hoo itu lho... trus main Drama korea Angry mom juga. 

Suka banget dengan dandanan dia di drama ini. Elegan banget. cantik banget memang. Dan karakternya kuat sekali. Pantes lah jadi panutan kalo kita (amit2 degh) menghadapi masalah kaya dia... 

Peran kunci dalam drama ini yang lain adalah Park Bo Ja diperankan oleh Kim Sun A.


Kim Sun A
Wanita ini juga sudah melanglang buana, dia yang main di drama Scent of women sama lee dong wook, trus yang main jadi Kim Sam Soon. 

Digambarkan sebagai wanita yang ambisius karena berlatar belakang dari keluarga miskin dan pernah di penjara. Dia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Bahkan menggoda si bapak mertua wo a jin yang sebenernya sudah tua. 

Drama korea ini memberikan pesan-pesan penting kekeluargaan. Bagaimana seseorang bisa mengorbankan apa pun untuk sang anak. Bagaimana kekayaan gak berarti kalau anak-anaknya gak didik dengan benar.

Cukup menghibur drama korea ini. Salut dengan Wo A Jin yang gak rakus dengan kekayaan namun berjuang dengan tangguh untuk hak miliknya. Wo A jin juga sangat berkelas menghadapi pengkhianatan suaminya... 

Saya nilai drama ini 3 bintang dari 5. cukup untuk membuat saya cune-in samapai akhir episode.. 

Kamis, 07 September 2017

Fenomena Raisha-Hamish






Ampuuun deh.... Minggu ini semua media sosial dikuasai pasangan itu... Dari instagram sampai youtube isinya mereka.

Per hari ini bahkan mereka ada di trending nomor 2 di youtube (tgl 7 Sep 2017)

Hmmm.... Saya aja yg gak gaul kepo juga....

Ya maklum, yang perempuan cantik dengan pencitraan yang bagus di mata publik... Sebagai penyanyi bertalenta nan anggun dan eksklusif... banyak yang bilang jaim (hehe....) tapi saya pribadi sih ngeliatnya emang kok sepertinya ada aura yang memancar ya... saya yang cewe aja seneng liatnya apalagi cowo.... hoho...

Nah yang laki-laki macho (katanya...). Saya sendiri baru tau nama Hamish Daud pas dia lamaran sama Raisha (haha, gak gaul banget yeee). Dan ternyata si hamish dah terkenal di dunia travelling karena jadi hostnya "My Life My Advanture" bareng Nadine chandrawinata (dan gosipnya Raisa jadi orang ketiga diantara mereka... oh noo, gosip tuh kejam banget ya, untung saya bukan arteees...) dan baru main film Nekad Traveler adaptasi novel trinity: naked traveler (yang mana saya belom nonton tuh... hehe)

So yang saya ingin bahas apa ya... mungkin pernikahannya yang keren banget sih, wedding dream banyak orang, dan lagi maharnya booo 1/2 kg logam mulia (matreee mode on... ). 

Di luar itu semua, saya melihat pancaran saling mengagumi satu sama lain... so sweet menurut saya... jadi mungkin bagi yang belum menikah melihat ini pasti kepengen segera merried deh... hehe... pasti mereka yang pengen segera menikah gak tau bahwa pernikahan tuh gak seindah pestanya Raisha-Hamish... haha...

Dikatakan bahwa pernikahan setengah agama, makanya tentu berat sekali... bahwa setelah menikah mungkin kita akan jatuh cinta berkali-kali dengan orang yang sama, dan sama besarnya kita kesal berkali-kali juga dengan orang yang sama... hehe...

Akan banyak badai dalam pernikahan, dari masalah materi, keturunan, hingga masalah remeh temeh lainnya...

Pernikahan menyatukan dua orang yang berbeda... dan dalam rentang panjang pernikahan, gak akan selamanya ketawa ketawa seperti pas pesta pernikahan raisha-hamish... akan ada airmata, kemarahan, bahkan peralatan rumah tangga yg dibanting (hehe)...

Ya pokoknya pada intinya, saya mang mo nulis ini buat melatih kemampuan nulis aja sih.... isinya ya begitu deh... kayanya saya ikutan dalam wabah raisha-hamish... haha....

Moga mereka jadi keluarga sakinah mawadah warahmah.... itu aja sih... karena pernikahan tak seindah pestanya... 


Minggu, 04 Juni 2017

Konigswinter, Germany yang Mempesona



Konigswinter sebenarnya tidak terlalu jauh dari Bonn.. namun terpisahkan oleh sungai Rhain. Dan untuk sampai ke Konigswinter dari Stasiun Bonn HBF hanya sekitar 30 menit saja. 

Dan betapa bagusnya pemandangan di Konigswinter... di sebelah kanan kita bisa melihat sungai rhain dan di sebelah kiri kita bisa lihat bangunan-bangunan antik dan "eropa banget" hehe....



Pokoknya kalau jalan-jalan ke bonn kayanya rugi sekali kalau tidak mampir ke konigswinter... bagus sekali untuk foto-foto alias instagramable.... hehe...

Pada saat saya kesana sore hari pukul 6 sore, matahari terik sekali. Banyak yang duduk-duduk di pinggir sungai Rhain, ada yang bawa anak, bawa pasangan, dan bawa binatang peliharaan. Ada yang hanya duduk-duduk mengobrol dan banyak juga yang berolahraga, baik lari maupun bersepeda... pokoknya bagaikan kota impian di negeri dongeng yang tenang dan damai... andai saya bawa pasangan pasti perfect sekali... hehe
masa kalo kaya gini gak tergoda jalan sih... hehe
Ternyata Konigswinter terkenal dengan kastilnya... untuk ke kastil kita harus naik kereta seperti ke puncak... sebeneranya gak pakai kereta gak apa-apa sih... bisa sebagai olahraga kaya hiking gitu dan bisa memakan waktu 1 jam untuk naik keatasnya... tapi kan  namanya orang Indonesia, ya mending naik kereta lah ya... harga keretanya 10 euro untuk pulang pergi.  Kastilnya sendiri biasa aja... haha... cuma bangunan tinggi doang... sepertinya disana terkenal dengan legenda naganya... cari-cari cerita legenda tersebut di google, kebanyakan pake bahasa jerman, gak ngerti saya...


Dan memang jalananan nya menanjak begitu curam...


kalo pemandangannya begini, gak rugi lah ngedaki dengan menguras tenaga...

Sayang foto castilnya gak ada yg bagus. Nah selain bisa melihat bonn dari atas, ada juga castil lain yang bisa dikunjungi namany schloos Drachenburg. Seperti sebuah sekolah (untuk naga terbangkah?? gak tau deh... soalnya saya gak ada guide jadi gak ngerti tentang legenda-legenda yang ada).
Sayangnya untuk ke dalam sana bayar lagi 7 euro... ih males banget kan... 
Jadi saya gak masuk kedalam, tapi gak rugi kalau bisa lihat pemandangan sebagus ini:







Bagus kan...

Belum bisa move on... malah pengen hijrah ke sana... hehe... di jakarta penuh ke stress-an... tapi kalo tinggal disana kan belum tentu seindah kelihatannya... 

Rabu, 24 Mei 2017

Bonn, Kota Multikultur yang Bersahaja (Part 2)

Setelah mendapat penginapan yang memuaskan, saya juga terkagum-kagum dengan orang-orang disana. 

Saya awalnya sangat paranoid, takut mendapat perlakuan rasis karena saya berhijab... dan ternyata disana bukan hal aneh melihat wanita-wanita berhijab. Daerah bad godensberg tempat saya menginap di Kota Bonn ini banyak orang-orang imigran dari timur tengah. So, saya merasa save untuk jalan sendiri (yang awalnya saya ragu banget). Dan ditambah banyak tempat makan turki yang tentu saja halal. Tapi ya harganya lumayan lah... makanya kalo mukim di sana mending sering-sering masak lah... bangkrut juga kalo jajan melulu. 


Nasi Goreng + Ayam di Zentrum Bonn
Nasi ini gak gitu enak, nasi gorengnya rasa saus tomat dan ayamnya asin banget... hehe beli di Zentrum, di Bonn. Harganya gak tau deh, karena ditraktir... hehe


nasi+ayam turki
Yang ini baru enak, ayamnya besar dan lembut. Nasinya juga rasa nasi goreng yang gak gitu aneh. Belinya di daerah Koln, dekat katedral Koln... harga satu porsi itu 10 euro ya kalo dikali Rp 15 ribu ya 150 ribu lah ya... hehe... (dan makannya tetep dengan abon cabe)...

Jerman ternyata tak se asing yang saya pikirkan setidaknya banyak muslim disana.... Saya sempat tersasar, dan betapa baiknya ketika saya bertanya dengan seorang wanita berjilbab keturunan Irak yang mengantar saya hingga ketujuan, meski cuma naik tangga aja sih... hehe..

Ada beberapa kultur yang bikin saya shock disana... tapi bukan karena shock ngeri, tapi shock karena kagum, diantaranya yang saya ingat:

  1. ketika perlintasan kereta tertutup yang artinya kereta mau datang. Gak pake bunyi apa-apa (kalo di Indonesia kan ting tong-ting tong) dan mobil-mobil berhenti... dan biasanya plannya ketutup lumayan lama, maka si mobil mematikan mesinnya... sunyi sepi deh... amazing... 
  2. Di jerman, anjing besar-besar biasa terlihat dibawa jalan-jalan dan bahkan masuk kereta or busnya... dan tiketnya juga beli lho untuk binatang peliharaan.... 
  3. Pada saat saya ke jerman, magrib baru jam setengah 10 malam, jadi sampai jam 8 malem pun masih terang benderang... eh di samping hotel sebuah keluarga makan malam di kebun... so sweet banget... (padahal di Indonesia juga banyak haha... )
  4. Kalo kita nyebrang di zebra cross, meski gak ada lampu lalu lintas, mobil akan mempersilahkan kita nyebrang dulu lho.... bukannya di klaksonin kaya di sini sambil diteriakin "matanya kemana!!!" haha...
  5. Transportasinya nyaman dan tepat waktu... gak ada macet (orangnya dikit kali ya), pernah kereta bermasalah langsung pindah jalur dan gak gitu lama penyelesaiannya... dan sepenuh-penuhnya kereta disana tetap tertib dan gak rempong kaya di Jakarta...
  6. Air bisa minum langsung dari kran washtafel kamar mandi... awalnya sempet ragu langsung minum, jadi nanya dulu ke owner hotelnya dan dia langsung bilang kalo jerman salah satu negara yg punya air paling bagus... 



Bonn, Kota Multikultur yang Bersahaja (Part 1)

Dimanakah Bonn???

Bonn merupakan nama salah satu kota di jerman. Memang Bonn tidaklah seterkenal Berlin, Munich, atau Frankfurt. Namun Bonn mempunyai sejarah yang tidak bisa dilupakan.
Terletak di tepian sungai Rhein, Bonn sempat menjadi ibukota Jerman Barat sejak tahun 1949 sampai dengan 1990 dan menjadi pusat pemerintahan setelah bersatunya Jerman dari tahun 1990 s.d 1999. 

Pada pertengahan Mei 2017 kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Bonn dan tinggal selama 7 malam. Dan kesan saya sangat mendalam (maklum lah norak karena baru sekali ke Eropa... hehe).. 

Karena hanya 7 malam, pandangan-pandangan yang saya jabarkan mengenai kota Bonn mungkin absurd dan gak sesuai dengan pandangan mereka-mereka yang harus tinggal dan mukim disana. Saya kesana untuk menghadiri konferensi perubahan iklim UNFCCC. 

Jadi bagaimana kesan saya?

Saya sangat terkesan dengan kebersahajaan kota ini. Saya menginap di daerah Bad Godensberg.

kalau di peta terletak di sebelah selatan. Dan Alhamdulillah saya mendapat penginapan yang tidak mengecewakan. Saya sangat galau mengenai penginapan ini, awal mula saya membooking sebuah penginapan bernama 
A&S Ferienwohnungen Roonstraße , meski testimoninya lumayan bagus, ada ganjalan karena saya harus sharing kamar mandi... Harga memang murah sekali, tapi saya berfikir bagi perempuan berhijab dan harus menginap sendirian, bagaimana bisa saya sharing kamar mandi, bahkan dengan kondisi teman-teman penginapan yang saya tidak tahu sama sekali (ditambah tengah malam saya suka terbangun untuk buang air kecil... serem lah... hehe). Hingga detik-detik akhir saya sangat galau sekali, tiap hari saya cek web booking.com dan penginapan yang ada tinggal yang mahal-mahal saja (event UNFCCC mungkin yang membuat hampir semua penginapan di kota bonn penuh semua, maklumlah dari seluruh penjuru dunia hadir, bahkan ada dari negara-negara yang saya belum pernah dengar namanya).

Hingga akhirnya doa saya terkabul, muncul di web hotel yang lokasinya memang saya mau, dan harga meski agak mahal masih reasonable lah.... tanpa buang waktu saya langsung mem-booking. dan saya jatuh cinta dengan penginapan ini. Namanya Villa Flora Hotel. Bisa di cek foto-fotonya di booking.com, karena saya lupa untuk memfotonya. 

Meski penginapannya terletak jauh di dalam komplek perumahan dan sulit mengakses supermarket or tempat makan, namun saya suka sekali lingkungannya. Sangat damai.... Untuk ke stasiun saya harus berjalan kurang lebih 800 meter. But It's ok, karena ngelewatin rumah-rumah bergaya jerman, yang bikin saya pengen ngintip-ngintip ke dalam. 

Penginapannya memang seperti bangunan lama. Awal saya masuk sepertinya kok seram, kaya film-film vampire gitu deh... hehe... tapi ternyata pas di kamar saya merasa homy banget... dan saya gak takut jg kok... Bersih soalnya, dan dapat sarapan pagi yang lumayan sehat seperti roti dan sereal, ada juga sih ham-ham an tapi saya gak mau makan lah karena gak halal. So bagi yang masih bingung cari penginapan di daerah bonn terutama sekitar bad godensberg, silahkan cek melalui booking.com Villa Flora Hotel. Kamarnya cuma sedikit, katanya cuma 9 apa 8 kamar gitu... kayanya sih bekas rumah cuma di re-build jadi penginapan semi hotel gitu... 
Kalo jalannya begini siapa yang gak betah jalan kaki
pengen tinggal disitu kan...
taman kompleknya...





Kamis, 04 Mei 2017

Drama Korea: Strong Women Dong Bong Soon



Setelah beberapa drama korea yang saya tonton, drama korea ini yang dapat memikat hati saya... Memang sih saya suka dengan cerita-cerita yang punya kekuatan super. Nah drama ini lucu sekali.
Berkisah tentang Do Bong Soon seorang wanita yang gak terlalu pintar tapi punya kekuatan super (bisa mengangkat mobil, memukul dengan kekuatan super... pokoknya kuat sekali). 

Do bong soon diceritakan mempunyai saudara kembar laki-laki yang normal-normal saja dan pintar. Sementara kekuatan super memang menurun ke setiap anak perempuan di keluarganya. Nenek dan ibunya juga memiliki kekuatan yang sama. Namun kekuatan tersebut akan hilang apabila digunakan untuk hal-hal tidak baik atau melukai orang yang tidak bersalah. Ibu Do Bong Soon salah satu yang kehilangan kekuatannya karena menggunakan kekuatan untuk membully orang dimasa mudanya. 

Hingga pada suatu waktu Do bong soon harus mengeluarkan kekuatannya (dia jarang menggunakan) karena di bully oleh gengster. Beberapa Gengster sampai terluka parah, dan secara tidak sengaja terlihat oleh Direktur Min Hyuk yang merupakan CEO perusahaan game. 

Direktur Min Hyuk sendiri pada saat itu sedang gelisah karena sering mendapat teror bahwa akan dibunuh. Min Hyuk pun mendapat ide untuk mempekerjakan Do Bong Soon sebagai bodyguard-nya. Dan disinilah kisah cinta bermula... 

Cerita drama korea ini cukup kuat. Kental dengan kekeluargaan juga romantismenya... walau romantismenya cukup lebay... tapi gak membuat saya mual... jadi masih dalam batas normal lah...

Saya suka pemeran utama wanitanya Park Bo-Young sebagai Do Bong Soon.



Meski terlihat pendek, namun menurut saya mainnya bagus dan gak berlebihan. Dan saya tuh paling sebel kalau drama korea pemerannya awal-awal jelek eh lama-lama jadi cantik.... nah ini enggak, tetep aja seperti itu, kepribadiannya juga... kadang kan ada yang tadinya ceria di awal-awal eh begitu mengenal cinta jadi "menye-menye", dan ini juga gak berlaku buat do bong soon... 
Oh iya dia pernah main di "Oh My Ghost" dan bagus juga main disana jadi wanita yang kesurupan... hehe

Nah pemeran laki-lakinya walau rada lebay, tapi kepribadiannya cukup menggoda: Park Hyung-Sik sebagai Min Hyuk.



Digambarkan sebagai laki-laki kesepian. Ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi serta punya 3 saudara tiri yang reseh-reseh. Hingga karena gak kuat dengan saudara tiri nya yang nge bully terus, min hyuk pergi dari rumah ketika SMA (kalau gak salah) dan berjuang sendiri sampai bisa mendirikan perusahaan Game yang sukses tanpa bantuan bapaknya (keren banget gak sih...).
 Park Hyun Sik mainnya bagus banget sih... meski pas jatuh cinta rada lebay... hehe... Dia juga sempat main jadi peran pembantu di drakornya Lee min hoo yang judulnya the Heir.


Dan tentu di drama korea gak seru kalo gak ada second lead male nya alias barisan sakit hati... hehe. Dan orang yang kurang beruntung di drakor ini adalah Ji Soo sebagai In Kook Doo


Dia digambarkan sebagai cinta pertamanya Do Bong Soon walau si cowo gak sadar dan bahkan dah punya pacar. Anehnya meski In Kook udah punya pacar, dia selalu mengkhawatirkan Do Bong Soon.... hingga kesadarannya bahwa dia suka sama do bong soon sudah terlambat karena do bong soon dah ditaklukkan oleh min hyuk... (makanya bang jangan kelamaan sadarnya...)

Secara keseluruhan ceritanya bagus... oh iya ada yang kurang menyenangkan sih... cerita tambahannya soal gengster itu kelewat kebanyakan, bikin saya men skip-skip... gak penting banget gitu lho...

Diluar itu bagus, bahkan saya nontonnya pas on going dan emosi dramanya trus menempel sambil nunggu episode lanjutannya (biasanya klo nonton drakor on going kadang saya suka kurang menghayati)... dan hebatnya sampai akhir gak ada yang sampe bikin saya bosen... 

Overall saya kasih bintang 4,5 dari 5 lah untuk drama korea ini... 



Refleksi Kehidupan

Ada kalanya kamu ingin melupakan seberapa tua kamu... Terkadang pula ada kalanya kamu tersadar berapa banyak waktu yang telah kamu lalui dan bingung seberapa tak signifikan pencapaian yang kamu dapat....

Entahlah... terkadang kesemuan itu hanya membuat kamu makin merutuki kehidupan... mengingat apa yang belum berhasil kamu miliki di dunia ini... dan esensi rasa syukur seakan hilang dari ingatanmu...

Jadi mengapa tidak kamu lihat sisi keberhasilan hidupmu hingga detik ini... keberkahan yang dapat kamu nikmati... cinta dan segala sayang yang kamu terima... hingga rasanya kamu akan malu bahwa tak pernah kamu tanyakan layakkah kamu mendapatkannya...

Ketika sesuatu yang kamu pikirkan mengapa tak mudah kamu dapatkan, kenapa tidak kamu ikhlaskan... karena terkadang apa yang belum ditakdirkan untukmu memang hanya akan membuat penat pikiran....

Hidup memang hanya perlu kamu jalankan... jangan pernah merutuki kehidupan... berikan senyuman kepada dunia agar dunia kembali tersenyum padamu...

Semoga umurmu berkah dan kehidupanmu dipenuhi rasa syukur...

*refleksi pertambahan umur... selamat hari lahir untuk saya...


Selasa, 02 Mei 2017

Resensi Buku Silent Wife by A.S.A Harisson



Pengarang: A.S.A Harrison
Pertama Terbit: 2013
Terbit Indonesia: 2017
Penerbit: Noura
Jumlah Halaman: 376

Oke lama saya tidak update... apa yang saya lakukan? sebenarnya banyak sih... saya masih baca buku, walau gak segila baca buku-buku julia quinn yang bridgeston family... tapi ada beberapa buku yang saya rasa sangat menarik.

Salah satu buku yang baru saya selesaikan berjudul "SILENT WIFE".

Sempat saya tunda-tunda membaca buku ini karena jujur covernya menurut saya biasa banget dan kurang menarik... hehe


Tapi ternyata cover itu cocok dengan kekelaman cerita di dalamnya.
Berkisah tentang Jodi seorang psikiater paruh waktu yang tinggal bersama dengan seorang pengusaha properti yang sedang sukses bernama Todd. Mereka telah bersama selama 2o tahun. Meski tidak pernah menikah (Jodi yang tidak mau menikah meski Todd sudah berkali-kali melamarnya, dipengaruhi oleh trauma masa lalu Jodi), orang selalu melihat mereka sebagai pasangan suami istri yang sempurna. Namun kenyataannya hubungan mereka tak sesempurna yang orang lihat. 

Todd lelaki yang suka berselingkuh, meski Jodi tau tetapi selalu berpura-pura tak terjadi apa-apa. Dan Todd selalu kembali ke Jodi setelah nakal bermain-main. Bagi  Todd jodi merupakan rumah tempat kembali.

Hingga sampai suatu waktu Todd terjebak keadaan, karena kenakalannya. Dan sulit untuk kembali ke Jodi.




Sudut pandang cerita di novel ini cukup sederhana dan dapat dinikmati. Berpindah-pindah antar bab diantara Jodi dan Todd... sehingga dapat menyelami kedua karakter tokoh tersebut.

Dibukunya sih ditulis ini novel fiksi pertama dari sang pengarang (namun telah ada beberapa buku non fiksi yang ditulisnya) yang kemudian meninggal di tahun 2013. Namun, menurut saya sebagai karya pertama, emosi dalam buku ini benar-benar bisa saya rasakan. Rasa sedih, sendiri, dan hampa tercermin dari setiap katanya dan membuat saya terenyuh.


Lumayan untuk pengisi long weekend... dan menambah pengetahuan tentang ilmu psikologis manusia karena lumayan banyak dijabarkan dalam buku ini... 4 dari 5 bintang untuk novel ini...

Senin, 20 Februari 2017

Resensi Film: Disapoinments Room

Rilis: September 2016
Asal: USA
Durasi: 1 jam 25 menit
Genre: Horor

Bagi saya film horor itu candu.... haha... ngeri-ngeri sedap. Saya suka dengan cerita horor keluarga seperti Incidious dan Conjuring dan Disappointments Room merupakan film sejenis dengan kedua film horor tersebut.  

Bercerita tentang Dana (seorang arsitektur) dan suaminya, David serta anak laki-lakinya Lucas sedang mencari kedamaian dengan pindah kesebuah rumah besar di pedesaan. Rumahnya sendiri sudah mengerikan, seperti gaya-gaya castil jaman dulu dengan halaman besar yang tidak terurus.


Dana dan keluarganya tinggal di rumah itu setidaknya dalam 1 tahun dengan harapan dapat melupakan peristiwa traumatis yang merenggut nyawa putri kedua mereka.

Pada suatu malam, Dana tidak bisa tidur dan keluar rumah untuk merokok, tiba-tiba dari dalam rumah ada lampu yang menyala dari suatu ruangan. Dana pun mencari tau ruangan dimana itu. Hingga menemukan sebuah kamar yang tidak bisa dibuka.

Kamar itulah sumber dari teror-teror mengerikan.

Menurut saya film horor ini biasa-biasa saja. Setannya gak terlalu mengerikan. Efek suaranya sih bagus. Sementara segi ceritanya cukup kuat meski agak membosankan karena terlalu banyak penggambaran untuk menguatkan cerita.

Namun ada hal yang mengganjal. Sebenarnya teror-teror yang terjadi itu nyata atau hanya dalam khayalan Dana yang sedang depresi sama sekali tidak dijelaskan.. tapi... ya memang begitulah film horor... haha

Saya kasih nilai 5 dari 10... film ini gak terlalu berkesan bagi saya... biasa aja... 

Minggu, 19 Februari 2017

Resensi Film: Train To Busan


Rilis: Juli 2016
Asal: Korea Selatan
Durasi: 1 jam 58 menit
Genre: Horor

Film ini bercerita tentang seorang ayah bernama Seok Wo yang diperankan oleh Gong Yoo (si goblin itu lho) yang sibuk bekerja sebagai manajer keuangan dan baru bercerai dari istrinya. 

Seorang Ayah yang sangat mencintai anaknya

Sang anak yang sedang berulangtahun merasa sangat terabaikkan. Dan hanya memiliki satu permintaan untuk sang ayah yakni ingin ke Busan.

Karena sudah sering menolak, akhirnya sang Ayah mengabulkan dan pergi bersama putrinya ke Busan dengan mengendarai kereta.

Dalam kereta inilah terjadi teror yang sangat mengerikan. Tiba-tiba seorang wanita yang terlihat sangat aneh masuk ke dalam kereta. Dan tidak beberapa lama dia kejang-kejang dan menjadi zombie lalu menggigit pramugari kereta. Pramugari kereta yang sudah tergigit pun ikut menjadi zombie dan terus menginfeksi penumpang-penumpang lain di kereta itu.

Inilah yang menjadi inti cerita. Bagaimana penumpang-penumpang lain termasuk Seok wo dan anaknya dapat survive dalam menghadapi serangan zombie. 

Mula-mula Seok wo sangat egois. Dia hanya mau menyelamatkan dirinya dan anaknya saja. Namun sang anak mengajarkan untuk menjadi baik hati dan saling menolong... 

Endingnya menurut saya sih gak bagus.... haha... tapi kan perasaan hampir semua film horor ya begitu... *jadi terima ajalah...

Dan yang masih mengganjal dalam hati ini, kenapa gak ada penjelasan bagaimana orang-orang itu bisa jadi zombie.... plizz deeeh....

Overall film ini lumayan lah buat ditonton, meski masih geregetan aja ama endingnya... toh film ini adalah film dari korsel pertama di 2016 yang memecahkan rekor 10 juta penonton.

Saya kasih nilai 7 dari 10.... mas gong yoo mainnya bagus banget... saya sih bukan pecinta drama korea goblin... tapi akting mas Gong Yoo harus diacungkan jempol... 

Senin, 30 Januari 2017

Resensi Novel: The Duke and I (Bridgerton #1)


Setelah menulis resensi novel Bridgerton Family part 1 dan part 2 memang saya akui aneh, karena saya baru menuliskan resensi novel bridgerton seri yang pertama!!!!

Ya mau bagaimana lagi... saya memang bacanya gak urut kok... Sebenarnya gak terlalu penasaran dengan cerita anak ke-4 Bridgerton-Daphne (soalnya saya cuma penasaran ama yang cowo-cowonya aja... hehe)

Tapi gak nyesel kok bacanya... Justru karena buku pertama, karakter anak-anak Bridgerton benar-benar digali... meski hanya terfokus ke-3 anak cowo tertuanya aja (dan ini memang yang saya suka... 😝)

Bercerita tentang Daphne- anak perempuan sulung di keluarga Bridgerton yang sudah memasuki usia menikah. Daphne memang bercita-cita memiliki suami dan anak-anak... Tapi gayanya yang luwes dan ramah terhadap laki-laki (dilatarbelakangi karena gaul dengan 3 kakak cowo) malah justru disalah artikan oleh kaum laki-laki, bahwa Daphne hanya enak dijadikan teman bukan sebagai istri idaman.

Sementara itu Simon yang ternyata adalah teman Anthony (kakak tertua Daphne) merupakan Duke dan memiliki masa kecil yang kelam. Tidak bisa bicara hingga umur 4 tahun, dan membuat ayahnya sangat marah dan malu, hingga dianggap tidak bisa menjadi pewaris. Kehidupan Simon kelam sekali karena selalu ditolak ayahnya dan dianggap aib... meski pada akhirnya Simon menjadi sosok duke yang sempurna dengan ketampanan dan wibawa.

Simon yang malas menjadi incaran mama-mama yang ambisius menikahkan anak-anak perempuannya membuat rencana untuk pura-pura tertarik dan akan melamar Daphne. Dengan rencana ini Daphne juga akan mendapat keuntungan dengan memiliki lebih banyak perhatian dari pria-pria terhormat (pasarannya naik karena ditaksir seorang Duke). 

Lalu bisa ditebak lah ya, dari pura-pura trus jadi suka beneran... dan begitulah...begitulah.... 😆

Nah yang saya suka disini memang gaya simon yang angkuh dan padahal dia tuh gak percaya diri... seimbang dengan sifat Anthony... mirip-mirip lah dua karakter itu... yang membedakan, anthony punya tanggung jawab tinggi banget ke adek perempuannya... sementara si Simon adalah pria kesepian yang gak punya keluarga...

Ceritanya cukup kuat berputar atas dampak traumatis Simon karena ditolak ayahnya... Kemarahan dan dendam simon yang menggebu-gebu hingga gak mau untuk nikah dan punya anak...

Suka saat adegan Anthony dan Daphne minum susu tengah malam, dan kalimat anthony saat Daphne nanya kenapa si Simon gak mau nikah, "Simon memang orang baik, tapi dia bukan untukmu..."

Suka juga saat simon ikut piknik bareng keluarga Bridgerton yang banyak... kebayang berisiknya...

Cerita di novel ini lebih banyak adegan kekeluargaannya dibanding Bridgerton yang lain... bahkan benar-benar menonjolkan karakter Anthony yang over protektif...

Cuma yang saya gak masuk logika... lama amat marahan nya antara Simon sama Daphne yang sampe 2 bulan itu.... 

Ya saya kasih bintang 4 dari 5 untuk seri bridgerton yang pertama ini... 





Minggu, 29 Januari 2017

Resensi Novel: What Happens in London by Julia Quinn


Karena lagi kecanduan novel Julia Quinn, saya mencoba novelnya yang lain tapi bukan yang Bridgerton family...

Saya mencoba memilih novel yang berjudul what happens in london.... tapi yaaahhh menurut saya agak mengecewakan... jauh dibandingkan dengan cerita Bridgerton family... 

Bercerita tentang Sir Harry yang bekerja di kantor urusan perang dan bertugas sebagai penerjemah surat-surat rahasia berbahasa rusia. Sir Harry tinggal di seberang rumah Olivia...

Olivia tiba-tiba mendengar gosip bahwa Sir Harry pernah membunuh tunangannya. Gosip ini membuat Olivia sangat penasaran dan coba memata-matai Sir Harry lewat jendela kamarnya. Sir Harry yang telah lama berada di lingkup militer tentu langsung menyadari kalau tetangganya memata-matai nya terus.

Lucu sih cerita-cerita awalnya. Gimana Sir Harry kesel karena konsentrasinya terpecah dalam menerjemakan surat-surat rahasia karena diliatin terus sama olivia. Dan Olivia yang digambarkan cantik sih... tapi gak terlalu pintar...

Kepribadian Olivia menurut saya gak terlalu bikin jatuh cinta sih... karena terkesan kurang intelek... sementara Sir Harry sih awal-awal keliatan mengagumkan... tapi pas akhir-akhir jadi biasa aja... malah kayanya karakternya kurang menonjol... 

Masalah kelam sir harry yang bapaknya pemabuk dan ibunya gak pedulian juga kurang diceritaan dampaknya pada kepribadiannya...


Dan yang bikin gak banget adalah, kok ya ngelamar olivia ke ortunya lewat jendela sih... inikan gak sopan!!!! 

Masih ada sisi romantisnya yang bikin hati saya hangat... yaitu ketika olivia dan sir harry gantian ngebacain buku Ms Butterworth melalui jendela kamar mereka... cukup sweet bagi saya adegan ini...

Okelah, saya hanya bisa kasih bintang 3 dari 5...

Kamis, 26 Januari 2017

Resensi Novel: Remember When By Winna Efendi



Ternyata novel ini udah di film-in ya... baru tau saya...(*gak gaul emang... hehe)

hmmm... bingung nge review nya... karena serius mungkin cerita-cerita anak SMA gak cocok sama saya deh... Soalnya dulu kebayang waktu SMA saya mikir cuma gimana masuk kuliah negeri... haha... gak mikir cinta-cintaan... hehe

Novel ini tentang cinta dan persahabatan di masa SMA...

Berkisah tentang 2 orang pasangan, Moses dan Freya yang pintar dan bintang sekolah, serta Anggia dan Andrian yang artis sekolah karena kecantikan dan ketampanannya...

Mereka berempat bersahabat...

Tapi semua menjadi kacau ketika ibu Andrian meninggal, dan yang berhasil menghiburnya adalah Freya yang mana pernah menghadapi kasus yang sama...

Disinilah Andrian mulai berubah dan merasa sepertinya jatuh cinta sama pacar sahabatnya sendiri, Freya... Konflik ini yang bergulir... persahabatan mereka jadi hancur... dan ya gitu deeeh... 

Bukan jenis cerita yang saya sukai... iya sih saya mengerti cinta itu gak ada logika kalo kata agnez monica... tapi pliz deh gak mesti diikutin juga kali...

Awal-awal saya suka dengan karakter andrian... tipe-tipe cowo jago olahraga dan periang gitu... tapi kemudian jadi menyebalkan karena egoisnya dia...

Freya, nampak kurang menonjok karakternya, moses juga... dan anggia yang periang dan menganggap harus terus bersama andrian tuh gak banget deeh...

Yah intinya saya gak cocok aja dengan cerita ini... bukan tipe yang saya sukai... tapi alurnya bagus dan mudah diikuti... jadi gampang nyelesein buku ini... meski ditengah-tengah udah mulai protes hati ini dengan bilang, "Haduuuh, berantem karena cewe tuh gak banget siiih..."..

Saya kasih bintang 2 dari 5... 

Selasa, 24 Januari 2017

Resensi Novel: Bridgerton Family by Julia Quinn (Part 2)

Bener-bener deh, novel Julia Quinn bikin saya pengen terus baca buku-bukunya yang lain. Padahal saya sebenernya gak gitu suka cerita cinta-cintaan banget lho (masa sih..*blushing*)... saya lebih suka cerita misteri... tapi Novel Julia Quinn bikin saya kecanduan... haha... 

Bahkan saya bisa gak nonton drama korea dan gak terlalu banyak megang Hape karena novel-novel ini... 

Dan, hal yang saya paling jarang lakukan yaitu membaca ulang novel yang sudah saya pernah baca, kini saya lakukan untuk membaca novel julia quinn yang berjudul "To Sir Phillip with Love" yang udah pernah saya baca di tahun 2011 (untung bukunya masih ada di lemari buku saya dan masih bagus)... oh ini ternyata gunanya mengkoleksi buku... ya seperti kangen ketemu temen-temen lama, dan tinggal baca lagi aja...  Soalnya selama ini saya menganggap kalo satu buku udah dibaca dan tamat... hubungan dengan buku itu berakhir... tetapi sekarang saya baru mengerti, buku itu adalah teman kita... gak ada salahnya membaca kembali buku-buku yang berkesan...

To Sir Phillip With Love


Bercerita tentang anak ke-5 Bridgerton, Elois. Elois telah berusia 28 tahun, dan belum menikah, tapi bukan karena tidak ada yang melamarnya, dia sudah menolak 6 kali lamaran. Namun entah mengapa, tiba-tiba ia merasa sangat hampa karena ditinggal menikah oleh sahabatnya (Penelope yang menikah dengan kakaknya Collin... bisa banget ngerasain ini... itulah wanita, disaat sahabat menikah, memang bahagia, tapi gak bisa dipungkiri akan merasa ditinggalkan)... Padahal Elois sudah memikirkan, ketika pun ia menjadi perawan tua, Penelope juga akan bersama-sama dengannya menjadi perawan tua... Saat inilah Elois menyadari bahwa ia butuh suami...

Bersamaan dengan perasaan kesepian itu, teman korespondensinya selama setahun, Sir Phillip menawarkan Elois untuk berkunjung kerumahnya dan melihat apakah mereka bisa cocok dan kemudian menikah... dan berdasarkan surat menyurat mereka, Elois merasa Sir Phillip dapat dipertimbangkan sebagai seorang suami... 

Dan begitulah, Elois kabur dari rumah untuk ketemu Sir Phillip (berani bener ya... padahal belom pernah ketemu... haha... kaya ABG jaman sekarang aja, kabur ketemu cowo cuma karena kenal lewat FB... hihi)...

Phillip tidak seperti yang dibayangkan Elois... dan tentu saja Elois pun tidak seperti yang dibayangkan Phillip... Apalagi ternyata Phillip sudah punya dua anak yang badung banget... Hidup Phillip kacau setelah istrinya meninggal dan hanya membutuhkan ibu bagi anak-anaknya... dan mungkin Elois akan cocok untuk anak-anaknya...

Suka dengan cerita ini, bagaimana Phillip merasa ketakutan dan bersalah karena tidak menjadi ayah yang baik... suka dengan bagaimana cowo-cowo Bridgerton nyusul Elois dan marah-marah...
Namun yang paling mengharukan adalah bagaimana Anthony (yang cool) ngajak ngomong hati ke hati ke Elois, untuk menikah dengan Phillip dan Elois nolak... dan dengan kesel si Anthony bilang, "Klo gak mau nikah ama Phillip, kenapa lo kabur ke dia..." (haha... aneh memang Elois...)

Suka juga dengan nasehat ibunya Elois saat setelah pernikahan Elois... bahwa Elois gak boleh memaksa... harus sabar... ya memang begitulah pernikahan... harus saling bersabar dan tidak saling memaksa... 

Dan satu lagi pesan di novel ini... Jatuh cinta setelah menikah adalah yang terindah... Sepertinya novel-novel Julia Quinn memuat pesan ini (novel yang udah saya baca tentunya)... 

Bahkan sempat disinggung dipercakapan antara Anthony dan Elois, bahwa Elois pengen menikah dengan cinta seperti Anthony, dan Anthony cuma bilang, "Kamu tau kan aku ama Kate terpaksa nikah karena kepergok sama biang gosip melakukan pose yang mencurigakan" ini bener-bener bikin senyum (kebayang ceritanya Anthony). 

Saya kasih bintang 4 dari 5 sesuai penilaian saya di tahun 2011 dulu... 

Minggu, 22 Januari 2017

Resensi Novel: Bridgerton Family by Julia Quinn (Part 1)






Keluarga Bridgerton ini bikin "hang over" banget... hebat banget Julia Quinn menghidupkan karakter-karakter yang bikin "baper" banget...

Efeknya dasyat banget di saya, gak bisa berenti ngebacanya dan masuk ke dalam novel-novelnya... serius deh, saya bagaikan gadis ABG yang memerankan tokoh wanita yang dikejar cowo-cowo ganteng Bridgerton (haha....)


Saya sebenernya pertama ngebaca tuh yang cerita Eloise, anak ke-5 Bridgertone dengan novelnya yang berjudul "To Sir Philip With Love". Dan saya udah bacanya tahun 2011, saat itu memang sepertinya saya suka banget bacanya, tapi gak tau kenapa gak penasaran sama cerita keluarga Bridgerton lainnya. Maka tiba-tiba saya teringat lagi, dan baca-baca sinopsis novel-novel Julia Quinn lainnya... dan saya langsung penasaran.... Jadi ini beberapa novel yang sudah saya baca...


The Viscount Who Love Me




Menceritakan anak pertama keluarga Bridgerton, Anthony-yang dicap sebagai seorang playboy ulung. Di usianya yang ke-28 tahun, Anthony memutuskan untuk segera mencari istri. Bukan untuk mencari istri yang dicintai, tetapi hanya seorang istri yang cukup baik dan bisa menjadi ibu yang baik, tanpa harus ia cintai... (haha aneeh bener pemikirannya)...

Maka pada masa perburuan jodoh terdapat seorang wanita yang menurut desas-desus adalah yang tercantik, bernama Edwina Sheffield. Namun Edwina membuat persyaratan bahwa laki-laki yang akan dia nikahi adalah yang direstui kakaknya, Kate Sheffield.


Kate Sheffield, wanita biasa saja, yang sudah berusia 21 tahun dan belum menikah (dianggap sudah perawan tua) menginginkan adiknya mendapat laki-laki yang baik dan tentu saja kaya (karena mereka berada dalam ambang kebangkrutan).


Oleh karena itu Anthony harus menaklukan Kate terlebih dulu... tapi siapa sangka justru Anthony terbayang-bayang Kate yang sesungguhnya tukang mengatur, dan ingin tahu urusan orang.


Saya sangat suka dengan karakter Anthony yang angkuh tapi penuh tanggung jawab ke keluarganya....


Saya terenyuh bagaimana peristiwa-peristiwa traumatis masa lalu dapat membentuk kepribadian seseorang. Anthony, sebagai anak pertama tentu tidak ingin terlihat lemah, tapi pada kenyataannya meninggalnya sang ayah membuat ia sangat rapuh, dan menjadi sangat takut pada lebah... bahkan mempunyai firasat hidupnya tidak akan melebihi usia ayahnya yang 38 tahun...

Saya kasih bintang 4 dari 5 untuk cerita Bridgeston ini.

An Offer From Gentleman




Dalam novel ini diceritakan anak ke-2 Bridgerton, Bennedick. Saya tidak begitu suka dengan cerita novel ini karena yaaah seperti cinderella Story... or... lebih cocok seperti sinetron Indonesia... haha..


Dikisahkan Sophie Beckett merupakan anak haram seorang Earl. Ibunya meninggal dan ia diasuh oleh ayahnya yang tidak mengakuinya (hanya dianggap anak perwalian saja). Hidupnya baik-baik saja ketika diasuh sang Earl meski tanpa kasih sayang, hingga sang Earl menikah lagi dan memiliki 2 saudara tiri... Dan begitulah ceritanya seperti cinderella... sang earl meninggal, dan sophie diperlakukan seperti "babu" oleh ibu tirinya... 


Hingga pada suatu waktu, ia bisa menghadiri sebuah pesta topeng dan bertemu dengan Bennedick.... 


Bennedick jatuh cinta dengan wanita bertopeng itu (dan hingga lama.. dan lama gak tau siapa wanita itu)... dan 3 tahun kemudian takdir memang menyenangkan kalo di novel untuk mempertemukan Sophie kembali dengan Bennedick. 


Begitulah... begitulah... si Mr Bridgerton naksir Sophie yang sekarang berprofesi jadi pelayan (setelah kabur dari rumah ibu tirinya).... dan konflik-konflik menyatukan cinta mereka membuat cerita bergulir berlembar-lembar.... 


Di Novel ini karakter Bennedick gak menonjol, dan saya gak terlalu terhanyut dengan ceritanya... Si Sophie juga hidupnya menyedihkan amat... saya gak suka...


Saya kasih nilai 2 bintang dari 5 bintang untuk novel ini...


Romancing Mister Bridgerton




Nah yang ini yang saya suka banget. Berkisah seputar kehidupan anak ke-3 Bridgerton, Collin yang terkenal dapat menaklukkan banyak wanita hanya dengan senyumnya... Collin digambarkan sebagai pria ramah dan humoris.

Sang tokoh utamanya Penelope Featherington, adalah wanita berusia 28 tahun (sudah dianggap perawan tua) merupakan sahabat dari adiknya Collin, Elois-yang masih belum menikah juga, perbedaannya Elois sudah 6 kali menolak lamaran, sementara Penelope tidak ada sama sekali yang melamar. 


Penelope memang sudah memendam rasa dengan lelaki Bridgerton nomor 3 sejak kecil... tapi nasibnya sebagai wanita yang dianggap tidak terlalu menarik membuatnya terabaikkan. bahkan ibunya pun sudah menyerah dan menganggap penelope tidak akan menikah...


Namun entah karena Penelope yang berubah atau collin yang lebih dewasa, tiba-tiba pesona Penelope terlihat jelas dimata collin... kecerdasan, kejenakanaan, dan kecantikkannya membuat collin yang digambarkan punya senyum mempesona jatuh cinta padanya... 

Seri Bridgerton yang ke-4 ini menurut saya bagus dan punya pesan yang sangat banyak... suka dengan gimana collin sangat melindungi penelope setelah sebuah rahasia yang bisa menjadi skandal buat penelope terungkap... suka dengan penelope dan collin yang saling mendukung untuk mengasah bakat dan potensi terpendamnya (manis sekali...)

Dan lagi jangan lupa bahwa misteri terbongkarnya identitas kolumnis gosip terkemuka Lady Whistledown makin membuat cerita novel ini hidup banget...



Saya kasih nilai 5 dari 5 untuk novel ini... Bikin Hangover paraah... (ngelebihin yang kisah Anthony)