Rabu, 24 Mei 2017

Bonn, Kota Multikultur yang Bersahaja (Part 1)

Dimanakah Bonn???

Bonn merupakan nama salah satu kota di jerman. Memang Bonn tidaklah seterkenal Berlin, Munich, atau Frankfurt. Namun Bonn mempunyai sejarah yang tidak bisa dilupakan.
Terletak di tepian sungai Rhein, Bonn sempat menjadi ibukota Jerman Barat sejak tahun 1949 sampai dengan 1990 dan menjadi pusat pemerintahan setelah bersatunya Jerman dari tahun 1990 s.d 1999. 

Pada pertengahan Mei 2017 kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Bonn dan tinggal selama 7 malam. Dan kesan saya sangat mendalam (maklum lah norak karena baru sekali ke Eropa... hehe).. 

Karena hanya 7 malam, pandangan-pandangan yang saya jabarkan mengenai kota Bonn mungkin absurd dan gak sesuai dengan pandangan mereka-mereka yang harus tinggal dan mukim disana. Saya kesana untuk menghadiri konferensi perubahan iklim UNFCCC. 

Jadi bagaimana kesan saya?

Saya sangat terkesan dengan kebersahajaan kota ini. Saya menginap di daerah Bad Godensberg.

kalau di peta terletak di sebelah selatan. Dan Alhamdulillah saya mendapat penginapan yang tidak mengecewakan. Saya sangat galau mengenai penginapan ini, awal mula saya membooking sebuah penginapan bernama 
A&S Ferienwohnungen Roonstra├če , meski testimoninya lumayan bagus, ada ganjalan karena saya harus sharing kamar mandi... Harga memang murah sekali, tapi saya berfikir bagi perempuan berhijab dan harus menginap sendirian, bagaimana bisa saya sharing kamar mandi, bahkan dengan kondisi teman-teman penginapan yang saya tidak tahu sama sekali (ditambah tengah malam saya suka terbangun untuk buang air kecil... serem lah... hehe). Hingga detik-detik akhir saya sangat galau sekali, tiap hari saya cek web booking.com dan penginapan yang ada tinggal yang mahal-mahal saja (event UNFCCC mungkin yang membuat hampir semua penginapan di kota bonn penuh semua, maklumlah dari seluruh penjuru dunia hadir, bahkan ada dari negara-negara yang saya belum pernah dengar namanya).

Hingga akhirnya doa saya terkabul, muncul di web hotel yang lokasinya memang saya mau, dan harga meski agak mahal masih reasonable lah.... tanpa buang waktu saya langsung mem-booking. dan saya jatuh cinta dengan penginapan ini. Namanya Villa Flora Hotel. Bisa di cek foto-fotonya di booking.com, karena saya lupa untuk memfotonya. 

Meski penginapannya terletak jauh di dalam komplek perumahan dan sulit mengakses supermarket or tempat makan, namun saya suka sekali lingkungannya. Sangat damai.... Untuk ke stasiun saya harus berjalan kurang lebih 800 meter. But It's ok, karena ngelewatin rumah-rumah bergaya jerman, yang bikin saya pengen ngintip-ngintip ke dalam. 

Penginapannya memang seperti bangunan lama. Awal saya masuk sepertinya kok seram, kaya film-film vampire gitu deh... hehe... tapi ternyata pas di kamar saya merasa homy banget... dan saya gak takut jg kok... Bersih soalnya, dan dapat sarapan pagi yang lumayan sehat seperti roti dan sereal, ada juga sih ham-ham an tapi saya gak mau makan lah karena gak halal. So bagi yang masih bingung cari penginapan di daerah bonn terutama sekitar bad godensberg, silahkan cek melalui booking.com Villa Flora Hotel. Kamarnya cuma sedikit, katanya cuma 9 apa 8 kamar gitu... kayanya sih bekas rumah cuma di re-build jadi penginapan semi hotel gitu... 
Kalo jalannya begini siapa yang gak betah jalan kaki
pengen tinggal disitu kan...
taman kompleknya...





Kamis, 04 Mei 2017

Drama Korea: Strong Women Dong Bong Soon



Setelah beberapa drama korea yang saya tonton, drama korea ini yang dapat memikat hati saya... Memang sih saya suka dengan cerita-cerita yang punya kekuatan super. Nah drama ini lucu sekali.
Berkisah tentang Do Bong Soon seorang wanita yang gak terlalu pintar tapi punya kekuatan super (bisa mengangkat mobil, memukul dengan kekuatan super... pokoknya kuat sekali). 

Do bong soon diceritakan mempunyai saudara kembar laki-laki yang normal-normal saja dan pintar. Sementara kekuatan super memang menurun ke setiap anak perempuan di keluarganya. Nenek dan ibunya juga memiliki kekuatan yang sama. Namun kekuatan tersebut akan hilang apabila digunakan untuk hal-hal tidak baik atau melukai orang yang tidak bersalah. Ibu Do Bong Soon salah satu yang kehilangan kekuatannya karena menggunakan kekuatan untuk membully orang dimasa mudanya. 

Hingga pada suatu waktu Do bong soon harus mengeluarkan kekuatannya (dia jarang menggunakan) karena di bully oleh gengster. Beberapa Gengster sampai terluka parah, dan secara tidak sengaja terlihat oleh Direktur Min Hyuk yang merupakan CEO perusahaan game. 

Direktur Min Hyuk sendiri pada saat itu sedang gelisah karena sering mendapat teror bahwa akan dibunuh. Min Hyuk pun mendapat ide untuk mempekerjakan Do Bong Soon sebagai bodyguard-nya. Dan disinilah kisah cinta bermula... 

Cerita drama korea ini cukup kuat. Kental dengan kekeluargaan juga romantismenya... walau romantismenya cukup lebay... tapi gak membuat saya mual... jadi masih dalam batas normal lah...

Saya suka pemeran utama wanitanya Park Bo-Young sebagai Do Bong Soon.



Meski terlihat pendek, namun menurut saya mainnya bagus dan gak berlebihan. Dan saya tuh paling sebel kalau drama korea pemerannya awal-awal jelek eh lama-lama jadi cantik.... nah ini enggak, tetep aja seperti itu, kepribadiannya juga... kadang kan ada yang tadinya ceria di awal-awal eh begitu mengenal cinta jadi "menye-menye", dan ini juga gak berlaku buat do bong soon... 
Oh iya dia pernah main di "Oh My Ghost" dan bagus juga main disana jadi wanita yang kesurupan... hehe

Nah pemeran laki-lakinya walau rada lebay, tapi kepribadiannya cukup menggoda: Park Hyung-Sik sebagai Min Hyuk.



Digambarkan sebagai laki-laki kesepian. Ibunya meninggal dan bapaknya menikah lagi serta punya 3 saudara tiri yang reseh-reseh. Hingga karena gak kuat dengan saudara tiri nya yang nge bully terus, min hyuk pergi dari rumah ketika SMA (kalau gak salah) dan berjuang sendiri sampai bisa mendirikan perusahaan Game yang sukses tanpa bantuan bapaknya (keren banget gak sih...).
 Park Hyun Sik mainnya bagus banget sih... meski pas jatuh cinta rada lebay... hehe... Dia juga sempat main jadi peran pembantu di drakornya Lee min hoo yang judulnya the Heir.


Dan tentu di drama korea gak seru kalo gak ada second lead male nya alias barisan sakit hati... hehe. Dan orang yang kurang beruntung di drakor ini adalah Ji Soo sebagai In Kook Doo


Dia digambarkan sebagai cinta pertamanya Do Bong Soon walau si cowo gak sadar dan bahkan dah punya pacar. Anehnya meski In Kook udah punya pacar, dia selalu mengkhawatirkan Do Bong Soon.... hingga kesadarannya bahwa dia suka sama do bong soon sudah terlambat karena do bong soon dah ditaklukkan oleh min hyuk... (makanya bang jangan kelamaan sadarnya...)

Secara keseluruhan ceritanya bagus... oh iya ada yang kurang menyenangkan sih... cerita tambahannya soal gengster itu kelewat kebanyakan, bikin saya men skip-skip... gak penting banget gitu lho...

Diluar itu bagus, bahkan saya nontonnya pas on going dan emosi dramanya trus menempel sambil nunggu episode lanjutannya (biasanya klo nonton drakor on going kadang saya suka kurang menghayati)... dan hebatnya sampai akhir gak ada yang sampe bikin saya bosen... 

Overall saya kasih bintang 4,5 dari 5 lah untuk drama korea ini... 



Refleksi Kehidupan

Ada kalanya kamu ingin melupakan seberapa tua kamu... Terkadang pula ada kalanya kamu tersadar berapa banyak waktu yang telah kamu lalui dan bingung seberapa tak signifikan pencapaian yang kamu dapat....

Entahlah... terkadang kesemuan itu hanya membuat kamu makin merutuki kehidupan... mengingat apa yang belum berhasil kamu miliki di dunia ini... dan esensi rasa syukur seakan hilang dari ingatanmu...

Jadi mengapa tidak kamu lihat sisi keberhasilan hidupmu hingga detik ini... keberkahan yang dapat kamu nikmati... cinta dan segala sayang yang kamu terima... hingga rasanya kamu akan malu bahwa tak pernah kamu tanyakan layakkah kamu mendapatkannya...

Ketika sesuatu yang kamu pikirkan mengapa tak mudah kamu dapatkan, kenapa tidak kamu ikhlaskan... karena terkadang apa yang belum ditakdirkan untukmu memang hanya akan membuat penat pikiran....

Hidup memang hanya perlu kamu jalankan... jangan pernah merutuki kehidupan... berikan senyuman kepada dunia agar dunia kembali tersenyum padamu...

Semoga umurmu berkah dan kehidupanmu dipenuhi rasa syukur...

*refleksi pertambahan umur... selamat hari lahir untuk saya...


Selasa, 02 Mei 2017

Resensi Buku Silent Wife by A.S.A Harisson



Pengarang: A.S.A Harrison
Pertama Terbit: 2013
Terbit Indonesia: 2017
Penerbit: Noura
Jumlah Halaman: 376

Oke lama saya tidak update... apa yang saya lakukan? sebenarnya banyak sih... saya masih baca buku, walau gak segila baca buku-buku julia quinn yang bridgeston family... tapi ada beberapa buku yang saya rasa sangat menarik.

Salah satu buku yang baru saya selesaikan berjudul "SILENT WIFE".

Sempat saya tunda-tunda membaca buku ini karena jujur covernya menurut saya biasa banget dan kurang menarik... hehe


Tapi ternyata cover itu cocok dengan kekelaman cerita di dalamnya.
Berkisah tentang Jodi seorang psikiater paruh waktu yang tinggal bersama dengan seorang pengusaha properti yang sedang sukses bernama Todd. Mereka telah bersama selama 2o tahun. Meski tidak pernah menikah (Jodi yang tidak mau menikah meski Todd sudah berkali-kali melamarnya, dipengaruhi oleh trauma masa lalu Jodi), orang selalu melihat mereka sebagai pasangan suami istri yang sempurna. Namun kenyataannya hubungan mereka tak sesempurna yang orang lihat. 

Todd lelaki yang suka berselingkuh, meski Jodi tau tetapi selalu berpura-pura tak terjadi apa-apa. Dan Todd selalu kembali ke Jodi setelah nakal bermain-main. Bagi  Todd jodi merupakan rumah tempat kembali.

Hingga sampai suatu waktu Todd terjebak keadaan, karena kenakalannya. Dan sulit untuk kembali ke Jodi.




Sudut pandang cerita di novel ini cukup sederhana dan dapat dinikmati. Berpindah-pindah antar bab diantara Jodi dan Todd... sehingga dapat menyelami kedua karakter tokoh tersebut.

Dibukunya sih ditulis ini novel fiksi pertama dari sang pengarang (namun telah ada beberapa buku non fiksi yang ditulisnya) yang kemudian meninggal di tahun 2013. Namun, menurut saya sebagai karya pertama, emosi dalam buku ini benar-benar bisa saya rasakan. Rasa sedih, sendiri, dan hampa tercermin dari setiap katanya dan membuat saya terenyuh.


Lumayan untuk pengisi long weekend... dan menambah pengetahuan tentang ilmu psikologis manusia karena lumayan banyak dijabarkan dalam buku ini... 4 dari 5 bintang untuk novel ini...